Selasa, 24 Maret 2015

Teknik Tulang Ikan dan Teknik Survey Partisipatif Sebuah Refleksi



Teknik Tulang Ikan dan Teknik Survey Partisipatif
Oleh : Hillariana Ikhlash Devani
I34120102

Pada praktikum kali ini, kelas kami membahas tentang teknik tulang ikan dan teknik survey. Sebelum membahas tentang kedua teknik tersebut. Kita harus mengetahui bahwa teknik – teknik partisipatoris sangatlah banyak dan beberapa teknik tersebut dapat digabungkan. Dua diantara yang bidsa digabungkan adalah teknik tulang ikan dan teknik survey. Teknik tulang ikan adalah sebuah teknik yang menggambarkan sebab akibat. Teknik ini dimulai dengan cara menggambarkan tulang ikan terlebih dahulu. Kepala dari tulang ikan diasumsikan sebagai tujuan yang hendak dicapai oleh masyarakat. Tulang menggambarkan sub masalah, duri digambarkan sebagai masalah – masalah yang real, sedangkan bagian ekor dianalogikan sebagai akar masalah. Pada praktikum akar permasalahan digali lagi oleh fasilitator. Namun ada cara lain yang lebih praktis yaitu menggali dari pohon –pohon masalah.Sedangkan teknik survey adalah sebuah teknik yang unik. Karena kita berusaha mengkualitatifkan survey yang biasanya berupa kuantitatif. Ciri yang paling menonjol adalah dalam teknik survey adalah pertanyaan – pertanyaan yang  ada dibuat dibuat bersama dengan masyarakat. Bahkan pilihan – pilihan jawaban yang ada dibuat juga bersama masyarakat.
Refleksi adalah inti teknik PRA. Maka sebelum melanjutkan menulis harus kita pahami bahwa refleksi yang diharapkan tidak hanya refleksi bersama melainkan refleksi individudual pada setiap peserta sehingga masing – masing individu harus menulis refleksi. Teknik yang telah dilakukan dikelas kemarin seperti telah disebutkan diatas adalah Teknik tulang ikan dan teknik survey partisipatif. Teknik tulang ikan merupakan pada intinya hampir mirip dengan pohon masalah. Hanya saja pada bagian kepala (Kepala pohon / kepala ikan), jika pohon masalah dituliskan solusi / dampak, maka di tulang ikan di tuliskan tujuan. Maka dari itu praktikum teknik tulang ikan diawali dengan penentuan tujuan yang dicapai. Pada kelas kami, tujuan yang hendak dicapai disepakati yaitu peningkatan akademik bagi mahasiswa SKPM. Untuk mencapai akademik yang baik bagi mahasiswa ada beberapa hal / isu yang harus dituliskan terlebih dahulu. Pada praktikum kali ini, isu –isu yang dibahas antar lain, kesejahteraan mahasiswa, fasilitas, SDM, aadministrasi, dan alat belajar. Ada beberapa masalah yang dikemukakan, misal pada kesejahteraan mahasiwa ada masalah pada beasiswa yang sebenarnya bisa menunjang akademik, tetapi ada masalah karena beberap tahun terakhir ini beasiswa di IPB mengalami penurunan. Setelah semua sub bab isu diidentifikasi masalahnya maka hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah menyusun rencana tindak lanjut. Contoh RTL pada praktikum kemarin adalah beasiswa yang diharapkan bisa  terus up to date sehingga bisa memperlancar akademik mahasiswa SKPM. Hal – hal yang belum saya pahami dari teknik ini adalah pada bagian penyusunan RTL, apakah RTL itu bisa disusun dari sub bab masalah saja atau harus meninjau pada duri – duri masalah. Memang pada praktikum kemarin, RTL disusun dari setiap duri – duri masalah. Hanya saja masih belum jelas bagi saya apakah boleh disusun per bab masalah agar lebih praktis. Selain itu, teknik tulang ikan ini, pada bagian durinya saya masih kurang jelas apakah yang dituliskan hanya masalah saja ataukah boleh potensi. Karena bagaimana kita ingin menyusun RTL apabila kita tidak mengetahui potensi? Terlepas dari hal tersebut, melalui teknik tulang ikan, saya memahami analisis lebih mudah daripada pohon masalah, karena akar masalah hanya satu, tidak seperti pohon masalah yang memiliki banyak akar sehingga terkesan tidak fokus.
Teknik yang kedua adalah teknik survey partisipatif. Seperti telah disebutkan diatas teknik ini amatlah unik, karena dapat mengkuantitatifkan yang kualitatif. Kelebihan dari teknik survey ini data yang dihasilkan bersifat kuantitatif sehingga mempermudah untuk membaca hasil dari data dibandingkan dengan data deskriptif. Langkah pertama pada teknik survey adalah mengidentifikasi isu,  karena dari tulang ikan isu yang digelontorkan adalah isu akademik maka isu tersebut kembali diangkat. Setelah itu fasilitator bersama masyarakat menentukan tujuan pertanyaan dan kuesioner. Kuesioner ditentukan bersama dengan masyarakat maksudnya adalah agar jawaban – jawaban di pertanyaan itu ada di masyarakat. Selanjutnya kami menentukan sampling frame, sampling frame dilakukan melalui daftar hadir. Setelah mahasiswa terpilih, maka mahasiswa tersebut berpasangan dengan teman yang lain untuk dibacakan / membacakan soal – soal kuesioner (jadi tidak mengisi sendiri). Hal ini cukup menarik bagi saya, karena saya pikir mahasiswa akan mengisi sendiri – sendiri. Dari kegiatan itu saya memaknai bahwa dalam mengajukan pertanyaan survey kita tidak boleh hanya langsung memberikan kuesioner begitu saja dan mengambilnya kemudian tapi kita harus berperan sebagai enumerator yang baik yang menanyakan kepada masyarakat dan langsung mengambil feedbacknya pula saat itu, terlebih lagi belum tentu masyarakat semuanya paham dengan pertanyaan sehingga harus ada bagian bagian yang dijelaskan. Hal yang belum jelas bagi saya adalah apakah enumerator boleh datang dari kalangan fasilitator juga atau harus dari masyarakat? Jika diambil dari praktikum kemarin memang harus langsung dari masyarakat tapi mungkin menurut saya fasilitator dapat membantu terutama apabila tidak semua masyarakat dapat membaca keusioner. Langkah berikutnya untuk teknik ini adalah pengolahan data, pengolahan data dilakukan dengan SPSS. Tetapi karena waktu tidak cukup, maka langkah terakhir yaitu analisis data tidak bisa dilakukan di kelas. Hal yang dapat saya lakukan setelah mempelajari teknik ini adalah mendapatkan pelajaran penting bagaimana menyusun kuesioner yang baik dan benar bersama masyarakat. Selain itu sedikit cara mengolah data untuk bekal analisis data skripsi di semester berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar