Jumat, 15 November 2024

Review Novel Tujuh Kelana dari Nellaneva

 

dok: pribadi

Awal mula mengenal tulisan Nellaneva adalah dari novel slice of life nya yang berjudul Resilience, bagi saya pribadi novel tersebut memiliki pandangan kehidupan yang cukup dalam. Ketika mengetahui bahwa novel fantasi karyanya yang berjudul Tujuh Kelana akan rilis cetakan kedua pada Oktober 2024, tentu saya dengan semangat mempersiapkan diri untuk membeli karya beliau. Ketika novel ini sampai di tangan saya melalui kurir, saya segera membuka paketnya dan saya sangat menyukai cover novel ini. Namun, saya ternyata tidak sanggup untuk langsung membacanya. 

Tujuh Kelana menawarkan pengalaman baca yang berbeda dari novel yang pernah saya baca sebelumnya.  Hal ini menurut saya disebabkan oleh alur yang cepat dan banyaknya informasi yang harus diproses. Pada bab-bab awal saya merasa kesulitan untuk mengikuti cerita, karena novel ini memperkenalkan berbagai tokoh dengan latar belakang dan kekuatan superpower yang unik. Saya merasa perlu menggunakan penanda dan pulpen untuk mengingat kekuatan serta peran setiap karakter. 

Dok: pribadi

Namun, setelah saya memahami informasi mengenai tokoh dan kekuatannya, saya merasa lebih nyaman untuk membaca buku ini. Buku ini merupakan buku yang sulit untuk diletakkan, setidaknya pada bab-bab awal cerita. Saya terutama ingin mengetahui, apa motivasi tokoh utama yaitu Zarra Mediana untuk bisa mencapai perkembangan dalam penokohannya. Akhirnya, menurut saya pribadi, saya menemukannya pada Bab 9. Mulai dari bab ini saya merasa terlibat dalam dunia yang dibangun oleh Nellaneva. Saya ingin mengetahui dan menikmati cerita yang selanjutnya akan disampaikan.


Rasa ingin menikmati membuat saya melambatkan ritme membaca saya setelah bab ini. Saya berhasil menamatkan novel ini kurang lebih dalam waktu tujuh hari, sebuah anomali karena biasanya saya adalah seorang pembaca cepat. Namun saya merasa membutuhkan ritme yang lebih lambat karena saya ingin memahami inti lebih dalam dari setiap karakter. 

Oleh karena tema novel nya yang fantasi, saya berekspektasi akan mendapatkan lebih banyak misteri dan worldbuilding. Kedua hal itu saya dapatkan di novel ini. Ternyata melebihi harapan saya, saya juga mendapatkan pelajaran mengenai romansa. Dan saya berpendapat, romansa dalam Tujuh Kelana disajikan dalam pendekatan melodrama yang lebih emosional. Pendekatan ini menurut saya berbeda dari  novel Resilience yang menyajikan pendekatan romansa secara logis.

dok: pribadi








Tidak ada komentar:

Posting Komentar