Setelah menyiapkan setumpuk buah potong untuk dimakan saat menonton series, saya masuk dalam dunia Pip Fitz-Amobi. Pippa adalah remaja yang tumbuh dalam sebuah rumah bernuansa cottage modern. Dia punya volvo yang ternyata sudah bisa ia setir sendiri. Disini terlihat bahwa Pip definisi remaja mandiri, brilian, cerdas dan siap ikut seleksi masuk Cambridge Uni. Sebagaimana remaja pada umumnya, Pip amat bersemangat untuk mengerjakan Extended Project Qualificationnya. Tapi jujur saja, Pip ambil tema yang kurang umum ya. Diceritakan Pip ingin mengungkap kasus hilangnya Andie, seorang siswi berusia 17 tahun. Kasus yang sudah lima tahun berlalu itu diselidiki kembali oleh Pippa dan ternyata membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.
"Benda tidak menghilang begitu saja," ucap Pip pada Cara.
Series ini dibuka dengan kuat. Tapi saya pribadi, menyukai scene mengenai visual desa Inggris yang memanjakan mata, kebiasan berjalan kaki, berkemah dan muffin! Bagaimana ya, menikmati pemandangan visual Inggris dalam drama modern, bukan kolosal, nampaknya membuat saya bahagia. Jujur, saya benar-benar ingin mencoba menginap di rumah Pip atau berjalan kaki di daerah tersebut.
Namun, saya rasa tidak akan menarik berkunjung kesana jika seorang pembunuh berkeliaran. Maka dari itu mari kita mencoba berterimakasih kepada Pip seorang remaja yang memiliki keberanian untuk mempertanyakan, bahkan menentang, tatanan yang dianggap sudah mapan. Berkat cara Pip melihat dunia, dengan kejujuran yang tajam dan rasa ingin tahu yang belum terbatasi oleh kompromi atau tekanan sosial. Pada akhirnya mengantarkan Pip mengungkap kasus hilangnya Andie. Proyek sekolahnya pun berakhir cemerlang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar