Selasa, 24 Desember 2024

Latihan Menulis Ide dan Premis Novel

Akhirnya saya kesampaian untuk belajar menulis novel. Sebelumnya saya sudah ikut kelas-kelas, namun untuk kelas private selama dua bulan, baru ikut kali ini saja. Untuk kelasnya sendiri saya ikut kelas dari Kak Asmira Fhea. Saya tipe yang suka merangkum agar tidak lupa apa yang diajarkan. Maka dari itu, saya menuliskan nya lagi di blog, sebelumnya beberapa point juga sudah saya post di thread.

Menulis itu sebenarnya terlihat mudah saja ya. Namun, ternyata tidak terlalu semudah seperti kelihatannya lho. Pertama seorang penulis harus memiliki motivasi untuk menulis. Motivasi saya sederhana saja, saya ingin tulisan saya dibaca. Terdengar terlalu sombong ya, memang siapa saya kok saya ingin tulisan saya dibaca? Saya memahami bahwa saya bukan siapa-siapa. Maka dari itu, agar tulisan saya bisa dibaca oleh pembaca, saya harus memiliki dedikasi untuk menulis. Salah satunya dengan mengikuti kelas menulis. 

Setelah pembelajaran dengan tema motivasi, di hari lain saya menulis mengenai ide dan premis. Sebenarnya ide dan premis kunci nya itu dua, banyak membaca dan banyak menonton. Kemudian juga sebagai penulis harus percaya bahwa proses kreatif dipelajari secara bertahap. Hal ini berarti proses kreatif untuk  menelurkan ide dan premis yang unik akan semakin berkembang sesuai dengan jam terbang menulis. Walaupun begitu, untuk setiap tulisan apapun yang kita tulis, tentu saja sebagai penulis kita memiliki tanggung jawab untuk mengeluarkan potensi kita semaksimal mungkin. 

Mengenai ide cerita, penulis bertanggung jawab untuk mengulik ide walaupun ide itu mainstream. Penulis dilarang untuk mengecilkan ide mainstream seperti cinta segitiga. Sebisa mungkin penulis membicarakan sudut pandang baru dari arus utama. Misalnya saja cerita Disney Aurora, sebagai cerita mainstream mungkin tokoh protagonis dan antagonisnya sudah tetap. Namun, dengan membicarakan sudut pandang baru yaitu meromantisasi Maleficent yang merupakan tokoh antagonis (penghalang tokoh utama mencapai tujuannya) menjadi antihero (protagonis yang memiliki sifat moral menyimpang) membuka peluang untuk konflik lainnya. 

Ide cerita yang unik memiliki kriteria yang unik, walaupun semua tergantung platform kita memasarkan cerita kita. Cerita unik di satu platform belum tentu dianggap unik di platform lain dan begitu pula sebaliknya. Jadi jangan pantang menyerah dalam menulis ya. Walaupun begitu satu yang amat disukai pembaca adalah ide-ide cerita yang relate dengan pembaca, tokoh yang "nempel" dan tidak berlebihan. Maka dari itu, penulis harus pintar untuk mencari sesuatu ide dan mengemasnya menjadi humanis. Menyusun ide yang menarik bisa dianalogikan dengan memasak brownies, brownies dengan chocochips dan keju atau kacang almond menjadi kombinasi yang menarik. Berbeda dengan kombinasi brownies dan mangga. 

Untuk menyusun premis yang baik, bayangkan kita sedang berada dalam posisi elevator pitching dengan editor sebuah penerbitan besar. Tentu bertemu dengan seseorang yang penting jarang sekali dilakukan dalam waktu yang lama. Biasanya singkat saja. Maka dari itu pemilihan kata menjadi penting. Pemilihan kata ini yang menjelma dalam premis berupa tokoh, tujuan, halangan dan resolusi. 

Sekarang saya mencoba untuk membuat premis dari novel/drakor yang saya baca/tonton:

1. Novel Ika Vihara, Bittersweet Marriage. Menurut saya premis novel nya adalah seorang IRT bernama Hessa yang tinggal di Aarhus, Denmark ingin rumah tangganya harmonis namun Afnan suaminya Hessa adalah pribadi yang cuek sehingga demi menyelamatkan rumah tangganya Hessa belajar mengelola emosi. 

2. Novel Nellaneva, Tujuh kelana. Menurut saya premis novelnya adalah seorang mahasiswi Zarra Mediana ingin memulai proyek perpustakaan untuk mengisi liburannya namun malah terlibat dalam  misi pencarian fragmen kunci sehingga proyeknya menjadi proyek untuk menyelamatkan dunia.

3. Love Next Door. Menurut saya premis drakornya adalah Baek Seo Ryu ekspatriat Amerika asli Korea ingin menjadi ahli masakan Korea tapi orangtuanya tidak setuju dan memaksanya kembali ke Amerika karena takut Seo Ryu mengalami kegagalan seperti mereka sehingga Seo Ryu harus memilih untuk menjadi ahli masakan Korea atau kembali ke Amerika sesuai dengan keinginan keluarganya.

Tentunya latihan premis tidak cukup hanya dengan menganalisis karya penulis lain. Kita sebagai penulis juga wajib untuk mencoba menulis premis calon novel kita. Jadi apa contoh premis yang mau kamu ajukan menjadi novel? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar