Selasa, 17 Maret 2015

Teknik Teknik Partisipatoris : Pohon Masalah dan Matriks Ranking



Pohon masalah adalah sebuah teknik partisipatoris yang dapat digunakan untuk menentukan akar masalah, dari suatu masalah, serta akibat yang ditimbulkan dari masalah tersebut. Teknik ini merupakan bagian dari perencanaan suatu program. Dengan menggunakan teknik ini, masalah – masalah yang sebelumnya telah terkumpul dalam teknik – teknik lain dapat dicarikan akar masalahnya sehingga mempermudah pembuatan RTL (Rencana tindak lanjut). Sedangkan, matriks ranking adalah sebuah teknik partisipatoris yang mengurutkan sedemikian rupa masalah dan potensi yang dimiliki masyarakat kedalam sebuah bagan ranking. Pemberian nilai didasarkan pada persepsi masyarakat terhadap masalah atau potensi tersebut. Nilai yang digunakan biasanya berada pada ragam 1 – 10 dengan angka 10 adalah yang paling besar.Penggunaan 10 tingkat digunakan agar potensi dan masalah lebih bervariasi.

Pada praktikum kali ini teknik pohon masalah dan teknik matriks ranking, diduetkan. Penggunaan pohon masalah dan matriks ranking lebih tepat digunakan untuk masyarakat yang fungsional. Mengapa seperti itu? Karena, masyarakat fungsional sesuai dengan teori tindakan dari Weber akan lebih rasional. Masyarakat akan menentukan sebab dan akibat dari suatu permasalahan dan akan menentukan cara yang paling mudah untuk mencapai sebuah tujuan yang sama daripada cara yang sulit. Maka, dengan mengetahui ranking dari setiap masalah dan potensi masyarakat dapat menentukan permasalahan dengan potensi seperti apa yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Apakah masyarakat akan mengerjakan yang susah atau memilih yang mudah? Pertanyaan yang kemudian timbul adalah apakah fasilitator akan membebaskan masyarakat untuk memilih? Karena, sebagaimana kita ketahui setiap program akan membutuhkan dana dan waktu yang mungkin tidak sesuai bagi program yang dipilih masyarakat.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu kita membahas langkah – langkah dalam praktikum. Langkah pertama untuk menggunakan teknik pohon masalah adalah menyiapkan partisipan yang telah mengikuti pertemuan pada teknik – teknik sebelumnya. Setelah partisipan terkumpul maka fasilitator dari daftar permasalahan dan potensi pada pertemuan sebelumnya akan menanyakan kesahihan masalah dan potensi. Pada saat ini masyarakat berpeluang untuk menambahkan kembali potensi dan masalah. Setelah itu, maka fasilitator akan membimbing masyarakat untuk meletakkan potensi dan masalah di pohon masalah. RTL tidak disusun bersamaan saat teknik pohon masalah. Akan tetapi, menurut saya, RTL dapat disusun langsung, melalui akar masalah.Misalnya saja, ada masalah tentang nilai minor AGH yang kecil hal ini disebabkan oleh akar masalah standar nilai yang tinggi dengan mengetahui akarnya kita dapat menyusun RTL (1) Apakah perlu penurunan standar nilai atau (2) Apakah cukup hanya belajar kelompok saja?. Penyusunan RTL melalui akar masalah tentunya harus tetap memperhatikan potensi yang ada.

Teknik berikutnya adalah teknik matriks ranking. Matriks ranking pada praktikum hari ini menggunakan permasalahan dan potensi yang sudah dirumuskan dalam pohon masalah.Setelah potensi dan masalah terhubung sedemikian rupa. Maka, kami membuat matriks,yang di dalamnya mencakup nilai potensi dan nilai masalah serta nilai potensi dikurangi masalah, kita dapat merumuskan RTL. Caranya adalah dengan melihat nilai pengurangan nilai potensi dan nilai masalah.Jika nilai yang dihasilkan positif, maka masyarakat dapat mengatasi permasalahan yang ada. Jika nilai yang dihasilkan negative maka masyarakat tidak dapat mengatasi permasalahan yang ada. Bantuan dari pihak luar dibutuhkan untuk hasil nilai yang negative. Kembali kepada permasalahan yang telah ditanyakan di depan, saya menilai bahwa penggunaan potensi dari dalam dapat digunakan untuk mengatasi masalah sehingga masyarakat tidak sepenuhnya harus bergantung kepada bantuan dana dan waktu dari pihak luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar