Senin, 09 Maret 2015

Teknik stratifikasi Sosial dan Diagram Venn Kelembagaan

Kali ini kita melakukan teknik stratifikasi sosial dan diagram venn. Teknik stratifikasi sosial adalah sebuah teknik yang dilakukan jika kita memandang masyarakat dengan pandangan marxis atau piramida khas KPM. Partisipan dalam teknik tersebut haruslah heterogen. Teknik tersebut mengandung 5 tahapan. Tahap pertama adalah menentukan partisipan, dalam praktikum kali ini partisipannya adalah mahasiswa SKPM angkatan 49. Kedua kita melakukan sensus, dalam praktikum dicerminkan dalam daftar hadir. Tahap ketiga kita membuat FGD berstratifikasi.Tahap ini dilakukan dengan membentuk tangga bertahap yang dimana tiap anak tangga mengandung ciri – ciri yang akan mewadahi sebuah kelas sosial. Dalam praktikum kami mengidentifikasi 4 kelas sosial. Kekurangan saat praktikum adalah :


1.    1. Setiap kelas sosial tidak dibuat indikator yang sama sehingga ada yang banyak dan ada yang sedikit ciri – ciri yang dimilikinya sehingga saat mencoba menggolongkan yaitu pada tahap keempat yakni FGD posisi sosial, tidak berlangsung dengan baik.

2.   2. Ada kelas yang tidak bisa mencakup partisipan sehingga bernilai 0 % dan hal itu tentunya tidak diharapkan.


Upaya yang bisa dilakukan agar kelas tidak kosong adalah menstandarisasi ciri – ciri sehingga setiap kelas mempunyai jumlah dan bobot ciri – ciri yang sama. Hal lain yang bisa dilakukan adalah tidak meletakkan batas bawah terlalu rendah juga lebih baik memancing orang yang bersangkutan membuat indikator berdasarkan penilaian terhadap dirinya sendiri. Tahap terakhir adalah rencana tindak lanjut, rencana tindak lanjut dilakukan dengan cara melihat potensi dan masalah, potensi ditunjukkan dengan alasan orang dapat naik ke kelas yang lebih tinggi. Sedangkan, masalah dilihat dari alasan orang dapat turun ke kelas yang lebih tinggi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan rencana tindak lanjutnya adalah menguatkan potensi yang ada dan melakukan berbagai upaya agar masalah tidak lagi tercipta.

Teknik partisipatoris yang kedua adalah diagram venn. Diagram venn menanyakan berbagai organisasi atau posisi sosial yang dapat membuat positif bagi Anda dan negative bagi Anda. Posisi sosial bukanlah orang dan harus dijelaskan dengan sebaik – baiknya apa posisi sosial yang membuat Anda postif atau negative. Misal, dosen berdampak positif, perlu diperjelas, dosen seperti apakah yang berdampak positif bagi mahasiswa, misalnya saja dosen yang perhatian. Setelah mendapatkan hal – hal tersebut maka tahapan selanjutnya adalah menggambar diagram venn. Diagram venn digambarkan dengan cara membuat partisipan yang dituju menjadi pusat, misal dalam praktikum adalah mahasiswa SKPM maka mahasiswa menjadi pusat. Setelah itu mulai menggambar jarak sosial hal – hal yang telah disebutkan (organisasi dan posisi sosial). Kelemahan dari teknik ini adalah partisipan hanya bisa mengira – ngira jarak sosial sebuah organisasi atau posisi sosial, tidak ada jarak resminya. Hal yang harus dikembangkan adalah membuat satu titik acuan yang dapat berlaku untuk menentukan jarak, mungkin dengan berbagai indikator.

Setelah selesai menggambar, tahap terakhir dari teknik ini, adalah membuat rencana tindak lanjut. Rencana tindak lanjut dapat berupa evaluasi dan kritik atas potensi dan masalah yang dihadapi warga. Rencana tindak lanjut ini dibuat berdasarkan potensi dan masalah sebagai berikut :


1.  1.     Potensi adalah lingkaran besar yang dekat dan masalah kecil yang jauh

2.    2.   Masalah adalah lingkaran besar yang jauh dan masalah besar yang dekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar