Kali
ini kita melakukan teknik stratifikasi sosial dan diagram venn. Teknik
stratifikasi sosial adalah sebuah teknik yang dilakukan jika kita memandang
masyarakat dengan pandangan marxis atau piramida khas KPM. Partisipan dalam
teknik tersebut haruslah heterogen. Teknik tersebut mengandung 5 tahapan. Tahap
pertama adalah menentukan partisipan, dalam praktikum kali ini partisipannya
adalah mahasiswa SKPM angkatan 49. Kedua kita melakukan sensus, dalam praktikum
dicerminkan dalam daftar hadir. Tahap ketiga kita membuat FGD
berstratifikasi.Tahap ini dilakukan dengan membentuk tangga bertahap yang
dimana tiap anak tangga mengandung ciri – ciri yang akan mewadahi sebuah kelas
sosial. Dalam praktikum kami mengidentifikasi 4 kelas sosial. Kekurangan saat
praktikum adalah :
1. 1. Setiap kelas sosial
tidak dibuat indikator yang sama sehingga ada yang banyak dan ada yang sedikit
ciri – ciri yang dimilikinya sehingga saat mencoba menggolongkan yaitu pada
tahap keempat yakni FGD posisi sosial, tidak berlangsung dengan baik.
2. 2. Ada kelas yang
tidak bisa mencakup partisipan sehingga bernilai 0 % dan hal itu tentunya tidak
diharapkan.
Upaya
yang bisa dilakukan agar kelas tidak kosong adalah menstandarisasi ciri – ciri
sehingga setiap kelas mempunyai jumlah dan bobot ciri – ciri yang sama. Hal
lain yang bisa dilakukan adalah tidak meletakkan batas bawah terlalu rendah
juga lebih baik memancing orang yang bersangkutan membuat indikator berdasarkan
penilaian terhadap dirinya sendiri. Tahap terakhir adalah rencana tindak
lanjut, rencana tindak lanjut dilakukan dengan cara melihat potensi dan
masalah, potensi ditunjukkan dengan alasan orang dapat naik ke kelas yang lebih
tinggi. Sedangkan, masalah dilihat dari alasan orang dapat turun ke kelas yang
lebih tinggi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan rencana tindak lanjutnya
adalah menguatkan potensi yang ada dan melakukan berbagai upaya agar masalah
tidak lagi tercipta.
Teknik
partisipatoris yang kedua adalah diagram venn. Diagram venn menanyakan berbagai
organisasi atau posisi sosial yang dapat membuat positif bagi Anda dan negative
bagi Anda. Posisi sosial bukanlah orang dan harus dijelaskan dengan sebaik –
baiknya apa posisi sosial yang membuat Anda postif atau negative. Misal, dosen
berdampak positif, perlu diperjelas, dosen seperti apakah yang berdampak
positif bagi mahasiswa, misalnya saja dosen yang perhatian. Setelah mendapatkan
hal – hal tersebut maka tahapan selanjutnya adalah menggambar diagram venn.
Diagram venn digambarkan dengan cara membuat partisipan yang dituju menjadi pusat,
misal dalam praktikum adalah mahasiswa SKPM maka mahasiswa menjadi pusat.
Setelah itu mulai menggambar jarak sosial hal – hal yang telah disebutkan
(organisasi dan posisi sosial). Kelemahan dari teknik ini adalah partisipan
hanya bisa mengira – ngira jarak sosial sebuah organisasi atau posisi sosial,
tidak ada jarak resminya. Hal yang harus dikembangkan adalah membuat satu titik
acuan yang dapat berlaku untuk menentukan jarak, mungkin dengan berbagai
indikator.
Setelah
selesai menggambar, tahap terakhir dari teknik ini, adalah membuat rencana
tindak lanjut. Rencana tindak lanjut dapat berupa evaluasi dan kritik atas
potensi dan masalah yang dihadapi warga. Rencana tindak lanjut ini dibuat
berdasarkan potensi dan masalah sebagai berikut :
1. 1.
Potensi adalah lingkaran
besar yang dekat dan masalah kecil yang jauh
2. 2.
Masalah adalah
lingkaran besar yang jauh dan masalah besar yang dekat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar