Sabtu, 28 Februari 2015

Resume : Memandang Dekolonisasi dari Eksperimen Universitas Swaraj

"Swaraj Universitas diluncurkan pada tahun 2010 sebagai universitas pertama India yang didedikasikan untuk memperkuat budaya lokal, ekonomi lokal dan ekologi lokal. Manish Jain, salah satu pendiri, membuat kurikulum baru jauh berbeda dari kurikulum lama peninggalan masa kolonial. Komitmen nya adalah untuk menciptakan suatu lingkungan di mana peserta didik secara serius dan terbuka dapat terlibat dengan bakat mereka sendiri, visi dan nilai-nilai, serta realitas lokal mereka, isu-isu dunia nyata dan kemungkinan-kemungkinan baru.. Mungkin yang paling penting, seluruh proses pembelajaran bergantung pada penemuan diri,"
Swaraj University diciptakan dengan tiga kata kunci. Satu, paradigma industri militer telah menciptakan kerusakan ekologis. Maka, ada kebutuhan untuk kembali menelurusi hubungan krisis lingkungan dan solusinya dengan krisis budaya dan spiritual. Dua,ekonomi global menciptakan gangguan ekonomi dan ketidakpastian kehidupan pemuda dan komunitas lokal. Maka, butuh suatu re – situate ekonomi dan wirausaha dengan kerangka kerja yang lebih luas dan budaya setempat. Tiga, ada juga krisis besar dalam sekolah dan universitas sistem. Maka, Pembelajaran eksperimen, dan kearifan lokal butuh untuk dihargai kembali dalam kaitannya dengan bentuk tekstual pengetahuan.
 Ada beberapa fitur unik dari program Swaraj University diantaranya. Khoji (learner in Swaraj) mendapatkan peluang untuk mengembangkan sendiri pembelajarannya berdasarkan mimpinya sehingga pembelajar lebih bertanggung jawab. Prinsip kebersamaan didorong dalam proses pembelajaran dimana peserta didik memilih guru mereka dan sebaliknya. Berbagai mekanisme (feedback council, mitra network, etc) dilakukan untuk mencipatkan ruang dimana peserta didik dapat terbuka. Penting untuk dicatat bahwa Swaraj Universitas tidak memberikan apapun ujian, derajat atau sertifikat. Karena tidak terakreditasi oleh badan akreditasi setempat. Ini adalah sebuah universitas rakyat, diakreditasi oleh berbagai pemikir-pelaku utama, oleh masyarakat dan organisasi lokal dan dengan prestasi praktis dari siswa.
Program ini percaya dengan learning by doing dan learning by made mistakes akan membuat mereka menjaga visi Swaraj. Lebih lanjut, reklamasi ruang fisik kita dan mengambil tanggung jawab untuk pemeliharaan dan pertumbuhan mereka adalah bagian penting dari program. Tidak ada pembantu atau opas kantor di Swaraj University. Pada lembaga-lembaga pendidikan umum,pelajar tidak memiliki tanggung jawab dan hubungan dengan makanan yang mereka makan, energi yang mereka konsumsi atau limbah yang mereka hasilkan. Tapi, bagi khoji bertanggungjawab
Beberapa tantangan dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah, kita dapat melihat pertumbuhan dan perubahan dalam diri Khoji sendiri. Domain emosional, motivasi dan kesejahteraan bagi kaum muda bahkan lebih penting daripada yang kita bayangkan. Banyak yang menderita karena penghinaan, keterasingan dan kerusakan psikologis dari sistem pendidikan formal. Rincian struktur keluarga dan ruang masyarakat telah menciptakan tekanan emosional tambahan. Kita telah melihat perubahan yang kuat terjadi di khojis setelah mereka merasa diterima, disembuhkan dan mendengar. Ada telah banyak cukup respon positif untuk Swaraj University bahakan ada yang meminta untuk mendirikan kampus Swaraj di penjara pusat. 
Ada banyak krisis yang dihadapi universitas modern di abad ke 21, sebuah kekakuan akademik. Swaraj university adalah sebuah upaya kecil dan sederhana untuk mengambil percakapan tentang dekolonisasi melalui pembentukan kurikulum. Swaraj mengembanglikan kekuasaan dan tanggungjawab pembelajar, guru dan komunitas lokal sebagai sebuah permulaan awal untuk transformasi pendidikan. 

Pustaka :
Jain, M. 2013. Docolonisation insight from the Swaraj University Experimentin Journal of Third World Resurgence. Page: 49-53. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar