Selasa, 21 Januari 2014

Tugas Resume Pengembangan Masyarakat (Part 3)



Pengembangan Masyarakat Berbasis Ekosistem
Hillariana[1]

Pendahuluan
Pengembangan masyarakat berbasis ekosistem didasari dengan perspektif yang berbeda dari topik pengembangan  masyarakat sebelumnya. Pada topik – topik sebelumnya, kita memandang pengembangan masyarakat setara dengan pendekatan sistem sosial yang ada pada masyarakat. Sedangkan, pada topik kali ini akan lebih condong melihat ekosistem yang dihuni oleh masyarakat. Pembahasan lebih lanjutnya adalah bagaimana ekosistem itu dapat berhubungan dengan lingkungan sosialnya.
Untuk memahami hal tersebut pertama harus dipahami tentang berbedanya ekosistem di tiap komunitas di Indonesia. Adanya perbedaan inilah yang menjadi dasar bahwa lingkungan sosial yang terbentuk akan berhubungan dengan ekosistemnya. Dalam pembahasannya, dijelaskan pula definisi ekosistem dari Hasim dan Remiswal. Selain itu, haruslah dipahami benar teori teori dari Julian Steward dan Cliford Geertz agar bisa memahami bagaimana pola adaptasi ekologi dan ekologi budaya dalam suatu komunitas. Terakhir, adalah pembahasan tentang mengapa pengembangan berbasis ekosistem harus dipelajari bersama. Hal ini akan membawa kita kembali pada definisi pengembangan masyarakat dari bab awal matakuliah pengembangan masyarakat

Pengembangan Masyarakat Berbasis Ekosistem
Ekosistem yang ada di tiap komunitas di Indonesia berbeda beda. Secara umum, dapat diambil sejumlah tipe umum di Indonesia. Tipe ekosistem pertama adalah tipe ekosistem lahan gambut dan peladang berpindah. Adanya ekosistem ini membuat lingkungan sosial masyarakatnya terpengaruh dengan melakukan mover. Jadi, jika sekolah di Papua yang dominan ekosistemnya adalah lahan gambut dan peladang berpindah dibuat seperti sekolah di Pulau Jawa, tentunya program itu menjadi tidak berhasil dikarenakan tidak sesuai dengan ekosistem.
Tipe ekosistem selanjutnya adalah tipe ekosistem pesisir, masyarakat pesisir yang pad aumumnya berprofesi sebagai nelayan adalah masyarakat yang bisa mengerjakan segalanya sendiri. Berbeda dengan masyarakat di tipe ekosistem padi sawah yang harus hidup dengan bergotong royong. Ekosistem lainnya adalah ekosistem pegunungan. Tipe ekosistem ini seharusnya tidak memperbolehkan masyarakatnya menanaman tanaman musiman, harus keras sehingga tidak terjadi erosi dalam skala besar.
Akan tetapi, kembali lagi, pada saat di lapangan, tidak ada pendekatan yang generik. Semuanya akan sustain dan dinamis. Tergantung bagaimana karakteristik masyarakatnya secara khusus. Lantas, apa sebenarnya ekosistem itu? Ekosistem atau sistem ekologi menurut Hasim dan Remiswal (2009) adalah merupakan suatu kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup (dari berbagai jenis) dengan bermacam – macam benda mati yang berinteraksi membentuk suatu sistem.
Dapat dijelaskan bahwa ekosistem adalah sistem ekologi dimana dalam sistem ekologi terdapat perputaran energi yang saling mendukung setiap komponennya. Komponennya adalah komunitas mahkluk hidup dan benda mati. Perputaran energi ditunjukkan dengan adanya interaksi antara keduanya. Interaksi ini akan menjadi sebuah sinergi apabila lingkungan dapat mendukung kehidupan masyarakat dengan menyediakan sumber daya dan masyarakat dapat menggunakan sumberdaya ini dengan tidak berlebihan. Adanya kesinergian ini tentunya akan membentuk sistem yang kompleks yang akan dijalani oleh sistem sosial pada masyarakat. Sehingga kesinergian antara alam dan manusianya akan terus terjaga.

Ekosistem, Ekologi, dan Lingkungan Hidup

Bagaimana menjelaskan keterkaitan lingkungan sosial dengan lingkungan sekitarnya? Sudut pandang ini terikat erat dengan pola – pola adaptasi ekologi. Terutama dengan teori determinism dan posibilisme lingkungan yang dapat menunjukkan bagaimana suatu masyarakat terpengaruh dengan lingkungannya.
Pembahasan lain untuk memahaminya adalah menggunakan 10 asas untuk memahami dinamika ekosistem. Asas terpenting adalah pengetahuan akan kestabilan ekosistem. Karena semakin stabil ekosistem maka makin mantap keanekaragaman suatu komunitas sehingga makin jelas keterkaitan lingkungan sosial dengan lingkungan ekologinya. Selain itu, dibahas pula tentang linkage atau keterkaitan dalam ekosistem. Keterkaitan dalam ekosistem menyebabkan masyarakat beragam. Contohnya adalah semakin permanen tipe rumah seseorang di daerah perkotaan maka semakin bagus tetapi jika melihat kea rah masyarakat pesisir makan semakin bagus kapal motornya maka semakin bagus tingkat hidupnya.
Lalu, pada kenyataannya, keterkaitan dalam ekosistem bukanlah faktor tunggal. Ada faktor lain seperti motivasi komunitas yang dapat membuat komunitas dengan ekosistem sama berbeda perilakunya. Namun, dapat dipahami bahwa keberbedaan ekosistem adalah alasan yang paling cocok untuk menjelaskan keterikatan ini  Karena  ekosistem adalah suatu yang khas sehingga setiap daerah berkomunitas berbeda mempunyai cirinya masing – masing. Keberbedaan ekosistem inilah yang mempengaruhi berbedanya perilaku masyarakat. Lebih lanjut, keterikatan antar komponen, seperti yang dijelaskan dalam pengertian ekosistem tadi, adalah penciri khas dari sebuah masyarakat

Prinsip Pengembangan Masyarakat Berbasis Ekosistem

Prinsip ini didasari oleh teori dari Cliford Geertz tentang inti kebudayaan. Dalam teori ini  diartikan ada benang merah antara sistem sosial dan ekosistem. Sistem sosial yang dimaksud  disini adalah budaya masyarakat. Ekosistem memberikan pengaruh ekologi dan akan menciptakan inti budaya (menurut Steward, inti budaya adalah elemen yang beradaptasi dengan lingkungan). Ingat, hanya inti budaya bukan non inti budaya. Pengertian ini memberi arti bahwa pengembangan masyarakat berbasis ekosistem harus menggali dari dalam desa. Membuat komunitas tergerak untuk mencari discovery nya sendiri dalam bentuk teknologi. Teknologi ekspolitasi SDA ini nantinya akan berdampak kepada 3 hal dalam sistem sosial masyarakat yaitu populasi penduduk, kelembagaan ekonomi, dan kelembagaan sosial.
Dari keterangan diatas dapat dirumuskan 10 prinsip pengembnagan masyarakat yaitu sumberdaya biologis harus dimanfaatkan. Dengan kata lain sebagai fasilitator kita lah yang belajar dari masyarakat (social learning process) dan masyarakatlah yang pintar dengan dunianya. Prinsip kedua adalah kualitas lingkungan harus dijaga dengan menerapkan susitanable development. Ketiga, kita harus berfokus kepada sumberdaya terbarukan. Keempat, teknologi dan manajemen yang diterapkan tidak tumpang tindih dengan yang sudah ada dalam masyarakat. Lima, berusaha menggunakan SDA dengan pemanfaatn ganda (misalnya : subak yang bisa digunakan untuk pengairan padi, listrik, dan home industry). Keenam, pengembangan masyarakat yang dilakukan harus dalam rantai alamiah, Ketujuh, penggunaan material pembangunan tidak menganggu dinamika ekosistem. Kedelapan limbah harus diatasi dengan melakukan AMDAL. Terakhir prinsip ke – 9 dan ke 10 yang berkaitan erat dengan kualitas dan kuantitas yang dihasilkan drai program pengembangan masyarakat haruslah mampu lebih tinggi dari produk sintetik dan dapat memenuhi kebutuhan minimal masyarakat.

Mengapa pengembangan masyarakat harus berbasis ekosistem?

“Community development is a movement designed to promote better living for the whole community with the active participation and on the initiative of the community”

            Seperti telah dijelaskan dalam pendahuluan, memahami pengembangan masyarakat berbasis ekosistem harus dikembalikan lagi kepada pengertian pengembangan masyarakat. Kita sama sama  harus menjadikan kata – kata partisispati aktif sebagai highlight dalam pengertian pengembangan masyarakat. Karena inilah kunci dari kita melaksanakan pembangunan berbasis ekosistem.
Kembali kepada pengertian komunitas secara sosiologi. Secara sosiologi, ciri – ciri komunitas yaitu sebuah grup atau kelompok, yang tidak statis dengan kata lain berproses atau dinamis dan sangat dipengaruhi lingkungannya. Untuk sistem sosialnya, sebuah komunitas memiliki struktur dan kultur yang sangat khas, berbeda dari komunitas lainnya, tentunya sebuah komunitas memiliki tempat tinggal yang sama (landasan geografi). Lalu, sebuah komunitas juga memiliki gaya hidup dan cita – cita yang sama. Juga, yang terpenting adalah memiliki perasaan yang mengikat secara psikologis.
Dari pengertian tersebut sudah sangat jelas bahwa komunitas tinggal dalam ekosistem. Ekosistem adalah wadah bagi komunitas untuk beraktivitas dan tentunya partisipasi aktif dari masyarakat bisa didapat jika program yang dicanangkan sesuai dengan ekosistem tempat tinggalnya.

2 pertanyaan kritis tentang topik praktikum
1.      Dikatakan masyarakat berbeda secara khusus, tergantung kepada ekosistemnya, Bagaimana cara kita sebagai fasilitator untuk menangkap keberbedaan itu dengan lebih factual dan nyata?
2.      Program pengembangan masyarakat tidak bisa terlepas dari pembangunan regional dan begitu juga sebaliknya, lalu seperti diketahui prinsip – prinsip berbasis ekosistem ini belum terlalu dipahami oleh aparat pemerintah sehingga  pembangunan regional yang ada seringkali merusak, Bagaimana peran kita sebagai facilitator untuk menanggapi kejadian ini?

Daftar Pustaka
Hasim, Remiswal. 2009. Community Development Berbasis Ekosistem. Jakarta [ID] : Diadit Media. 252 hal.        


[1] Mahasiswi PS SKPM, Hillariana Ikhlash Devani / I34120102

Setelah menjalani materi kuliah ini lebih memahami lagi isu - isu dunia seperti perdagangan karbon, dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar