Minggu, 17 November 2024

Review Netflix Series A Good Girl's Guide to Murder dari Proyek Sekolah ke Pengungkapan yang Meyakinkan

Akhir pekan tengah bulan adalah saat yang tepat untuk di rumah saja. Namun, jika tidak melakukan apa-apa saat akhir pekan tentunya ada yang kurang ya, sehingga saya memilih untuk menonton series di aplikasi berbayar. Permasalahannya, saya tidak terlalu update dengan series terbaru. Namun, berbekal kecintaan saya terhadap series sejenis Enola Holmes, akhirnya saya menemukan  A Good Girl's Guide to Murder. Serial ini nampaknya cocok untuk binge-watch di akhir pekan.

Setelah menyiapkan setumpuk buah potong untuk dimakan saat menonton series, saya masuk dalam dunia Pip Fitz-Amobi. Pippa adalah remaja yang tumbuh dalam sebuah rumah bernuansa cottage modern. Dia punya volvo yang ternyata sudah bisa ia setir sendiri. Disini terlihat bahwa Pip definisi remaja mandiri, brilian, cerdas dan siap ikut seleksi masuk Cambridge Uni. Sebagaimana remaja pada umumnya, Pip amat bersemangat untuk mengerjakan Extended Project Qualificationnya. Tapi jujur saja, Pip ambil tema yang kurang umum ya. Diceritakan Pip ingin mengungkap kasus hilangnya Andie, seorang siswi berusia 17 tahun. Kasus yang sudah lima tahun berlalu itu diselidiki kembali oleh Pippa dan ternyata membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.

"Benda tidak menghilang begitu saja," ucap Pip pada Cara.

Series ini dibuka dengan kuat. Tapi saya pribadi, menyukai scene mengenai visual desa Inggris yang memanjakan mata, kebiasan berjalan kaki, berkemah dan muffin! Bagaimana ya, menikmati pemandangan visual Inggris dalam drama modern, bukan kolosal, nampaknya membuat saya bahagia. Jujur, saya benar-benar ingin mencoba menginap di rumah Pip atau berjalan kaki di daerah tersebut. 

Namun, saya rasa tidak akan menarik berkunjung kesana jika seorang pembunuh berkeliaran. Maka dari itu mari kita mencoba berterimakasih kepada Pip seorang remaja yang memiliki keberanian untuk mempertanyakan, bahkan menentang, tatanan yang dianggap sudah mapan. Berkat cara Pip melihat dunia, dengan kejujuran yang tajam dan rasa ingin tahu yang belum terbatasi oleh kompromi atau tekanan sosial. Pada akhirnya mengantarkan Pip mengungkap kasus hilangnya Andie. Proyek sekolahnya pun berakhir cemerlang.

Jumat, 15 November 2024

Review Novel Tujuh Kelana dari Nellaneva

 

dok: pribadi

Awal mula mengenal tulisan Nellaneva adalah dari novel slice of life nya yang berjudul Resilience, bagi saya pribadi novel tersebut memiliki pandangan kehidupan yang cukup dalam. Ketika mengetahui bahwa novel fantasi karyanya yang berjudul Tujuh Kelana akan rilis cetakan kedua pada Oktober 2024, tentu saya dengan semangat mempersiapkan diri untuk membeli karya beliau. Ketika novel ini sampai di tangan saya melalui kurir, saya segera membuka paketnya dan saya sangat menyukai cover novel ini. Namun, saya ternyata tidak sanggup untuk langsung membacanya. 

Tujuh Kelana menawarkan pengalaman baca yang berbeda dari novel yang pernah saya baca sebelumnya.  Hal ini menurut saya disebabkan oleh alur yang cepat dan banyaknya informasi yang harus diproses. Pada bab-bab awal saya merasa kesulitan untuk mengikuti cerita, karena novel ini memperkenalkan berbagai tokoh dengan latar belakang dan kekuatan superpower yang unik. Saya merasa perlu menggunakan penanda dan pulpen untuk mengingat kekuatan serta peran setiap karakter. 

Dok: pribadi

Namun, setelah saya memahami informasi mengenai tokoh dan kekuatannya, saya merasa lebih nyaman untuk membaca buku ini. Buku ini merupakan buku yang sulit untuk diletakkan, setidaknya pada bab-bab awal cerita. Saya terutama ingin mengetahui, apa motivasi tokoh utama yaitu Zarra Mediana untuk bisa mencapai perkembangan dalam penokohannya. Akhirnya, menurut saya pribadi, saya menemukannya pada Bab 9. Mulai dari bab ini saya merasa terlibat dalam dunia yang dibangun oleh Nellaneva. Saya ingin mengetahui dan menikmati cerita yang selanjutnya akan disampaikan.


Rasa ingin menikmati membuat saya melambatkan ritme membaca saya setelah bab ini. Saya berhasil menamatkan novel ini kurang lebih dalam waktu tujuh hari, sebuah anomali karena biasanya saya adalah seorang pembaca cepat. Namun saya merasa membutuhkan ritme yang lebih lambat karena saya ingin memahami inti lebih dalam dari setiap karakter. 

Oleh karena tema novel nya yang fantasi, saya berekspektasi akan mendapatkan lebih banyak misteri dan worldbuilding. Kedua hal itu saya dapatkan di novel ini. Ternyata melebihi harapan saya, saya juga mendapatkan pelajaran mengenai romansa. Dan saya berpendapat, romansa dalam Tujuh Kelana disajikan dalam pendekatan melodrama yang lebih emosional. Pendekatan ini menurut saya berbeda dari  novel Resilience yang menyajikan pendekatan romansa secara logis.

dok: pribadi








Senin, 11 November 2024

Membeli Waktu dengan Menggunakan Kispray Fine Perfume Elegante Sapphire

 

dok: pribadi

Biarpun tidak bisa menggantikan penggunaan parfum pada kulit, wangi elegan yang ditawarkan oleh Kispray Fine Perfume Elegante Sapphire sudah sangat mumpuni.  Produk yang digadang-gadang dapat mempertahankan wangi hingga tujuh hari ini, adalah andalan saya untuk membantu meringankan pekerjaan rumah tangga. Dengan menggunakan produk ini, saya lebih bahagia ketika mengenakan baju sehari-hari, oleh karena wangi baju saya jadi lembut dan mewah. Terlebih dengan kondisi yang sedang memasuki musim hujan. Siapa yang tidak mendambakan tersedianya pakaian yang kering dan wangi setiap hari?

Pada umumnya cuaca yang lembap akan membuat membuat pakaian sulit kering dan berbau. Pakaian ini kemudian akan dicuci lagi keesokan harinya sehingga menambah lot waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Akibatnya kualitas hidup di rumah tidak seperti biasa, oleh karena kurangnya waktu luang bersama keluarga. Namun, siapa sangka produk seharga kurang dari sepuluh ribu rupiah ini bisa menjadi penyelamat keluarga Indonesia yang seringkali bertarung dengan cuaca yang lembap, saat musim penghujan. Produk ini sendiri bukan produk yang sulit ditemukan, banyak rak-rak toko di Indonesia menjualnya. Kemasan yang berwarna biru cemerlang ini juga memudahkan kita menemukan produknya di toko. Oh iya, seingat saya produk ini sedang diskon di beberapa toko, langsung cek toko terdekat ya!


dok: pribadi

Walaupun bagi saya yang utama adalah wanginya yang elegan dan mewah, produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pewangi. Dengan suhu panas yang sesuai saat setrika, produk ini dapat menjadi produk pelicin. Saya sendiri puas saja memakai produk ini karena membuat pekerjaan rumah saya lebih efektif dan efisien. 

Minggu, 10 November 2024

Cita Rasa Nongshim Shin Ramyun Produk Mi Instan Asal Korea Selatan

 


dok: pribadi

Dalam pencarian produk mi instan asal Korea, pilihan saya jatuh kepada Nongshim Shin Ramyun, produk ini awal pertama saya kenal berada pada etalase Tokopedia Now. Saat pertama kalinya saya mencoba produk yang sudah berlogo halal MUI ini, ekspektasi saya tidak terlalu tinggi. Namun ternyata cita rasa Nongshim Shin Ramyun melewati ekspektasi saya. Menurut saya, berbanding terbalik dengan warna kemasan yang didominasi dengan warna merah dan identik dengan rasa yang pedas, Nongshim Shin ramyun menawarkan rasa pedas yang khas tetapi tetap seimbang. Tentunya review saya ini berdasarkan rasa yang saya paling sukai yaitu gourmet spicy, yang kombinasi rasa pedas dan gurihnya membuat nyaman.

Nongshim sendiri adalah perusahaan makanan dan minuman asal Korea Selatan yang sudah berdiri sejak tahun 1965. Di Indonesia, Nongshim Farmer's Heart terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya. Secara konsisten, produk Nongshim hadir di rak-rak toko, menunjukkan popularitasnya di Indonesia. Popularitas ini menurut saya erat terkait dengan cita rasa yang dibawa. Tidak hanya pedas, kuahnya kaya akan rasa bawang putih, cabai dan rempah lainnya. Kuah yang menarik ini dikolaborasikan dengan tekstur mie yang cukup kenyal, keriting dan sedikit tebal sehingga kuah nya dapat menyerap sempurna ke dalam mi instannya, memberikan pengalaman baru saat menyantap mi instan. Proses memasak mi instan ini pun cukup mudah, hanya sekitar 5 menit, saya sudah bisa menikmati makanan instan yang hangat.



dok : pribadi


Pada kesempatan awal mencoba produk ini, saya hanya memakan produk ini apa adanya. Pada berbagai percobaan berikutnya saya suka mengombinasikan Nongshim Shin Ramyun dengan telur dan terutama jamur enoki. Setelah itu saya menyadari bahwa saya menyukai, menyantap Nongshim Shin Ramyun dengan jamur enoki.  Jamur enoki memberikan permainan tekstur saat menyantap nongshim shin ramyun. Dengan keberadaan jamur enoki ada sensasi gigitan yang menyenangkan selain dari tekstur kenyal mie yang sudah menyerap kuah yang pedas nan gurih. Jamur enoki juga memberikan keseimbangan lebih antara rasa pedas dan gurih yang berasal dari soup base Nongshim Shin Ramyun.

dok: pribadi

Selasa, 05 November 2024

Review : Drama Korea Love Next Door

Sebagai seseorang yang tumbuh bersama drama Korea, menonton drama Korea dalam waktu senggang setidaknya adalah satu hobi yang mulai saya tekuni kembali. Alasannya sederhana, komunitas drama korea cukup besar, bisa berbincang dengan topik yang kedua belah pihak sama-sama mengerti. Ingat, menurut penelitian di Harvard, untuk membuat seseorang menjadi bahagia, dibutuhkan komunitas yang sehat. Tentu saja, selain alasan yang saya cari-cari di atas (agar dinilai betapa besar manfaat drama), ada alasan mengapa drama Korea menjadi layak untuk disaksikan, yaitu karena dramanya bagus.

Tidak bisa dipungkiri, ada banyak faktor mengapa sebuah drama Korea menjadi peraih rating tertinggi.  Faktor yang sering dibahas adalah faktor chemistry antara aktor yang berperan. Masih teringat saya akan masa-masa saya amat berharap aktor akan menikah dalam real life. Namun hari ini, akan saya bahas mengenai satu faktor lain yang tidak kalah penting yaitu naskah. Entah bagaimana drama Love Next Door adalah drama yang menurut saya selain banyak faktor lainnya, memiliki naskah drama terbaik. Genre Love Next Door sendiri dikatakan pada websitenya adalah rom-com, romantic comedy. Saya menyukai berbagai genre drama, tetapi mengapa drama satu ini begitu menarik?

Drama ini dibuka dengan kepulangan seorang expat yaitu Baek Seok-ryu dari Amerika Serikat, kepulangannya begitu mendadak, membuat satu lingkungan rumahnya terkejut. Saya menulis satu lingkungan rumah, bukan hanya orang di rumahnya ya. Author-nim begitu ciamik menangkap setting lingkungan rumah Korea, atau saya rasa Asia pada umumnya. Dengan Ibu yang suka marah-marah, ayah yang rendah diri karena gagal dalam karier. Tidak hanya itu, penulis juga bisa menggambarkan persaingan ibu-ibu akan anak-anaknya dalam kadar yang wajar namun ketat. Pastilah di antara kita pernah disandingkan dengan anak tetangga? Dan semua hal ini terjadi dalam episode satu.

Sudah fantastis?

Jika belum, saya ceritakan lagi, episode satu ini juga membuat kita bertanya-tanya, ya saya yang menonton pun gemas. Baek Seok-ryu yang berusia 30 an (di episode nantinya akan direveal berusia 34 tahun) punya karir 10 tahun di perusahaan terkenal di Amerika dengan gaji luar biasa (ditunjukkan dengan dia yang pulang ke Korea naik business class) akan menikah dengan orang Korea domisili Amerika Serikat, lho kok ya tiba-tiba pulang? Mengapa dia membuang American dream's nya? Anehnya lagi dengan semua amarah dari keluarganya, lho kok Seok-ryu ini tetap menerima dengan lapang dada?

Ada satu scene yang membuat saya bergetar, Ibunya benar-benar meminta Seok-ryu pergi dari rumah, menyeret koper Seok-ryu ke ruang tamu, dan disuruh kembali ke Amerika, saya dalam hati kayak, yaudah pergi ajalah Seok-ryu, gausah ke Amerika (karena direveal ternyata Seok-ryu pernikahan nya batal dan berhenti dari pekerjaannya) pergi aja ke tempat lain yang kamu suka. Saya kan jadi ingat drama Korea yang lain yaitu Summer Strike. Dimana tokoh utamanya bertujuan mencari kedamaian dalam hidupnya. Saya pikir, tolong Seok-ryu, daripada kamu tidak dihargai, udah pergi aja deh kayak Yeo-rum, cari lingkungan baru yang mau menerima kamu.

Ternyata Seok-ryu tetap tegar.

Ya sudah, walaupun kesel saya pun lanjut ke episode selanjutnya.

Nah untungnya di episode-episode selanjutnya, mulai lah saya dikasih paham sama author-nim kalau lingkungannya Seok-ryu ga sejahat itu. Ibunya pun bertindak begitu karena ada sebab akibat. Bahkan ada seorang wartawan yang baru pindah ke lingkungan mereka,  wartawan itu merasa kalau lingkungan itu pun baik untuknya. Kan saya jadi agak calm down ya kalau ada pendapat profesional kayak gitu, saya jadi merasa kisah Seok-ryu ini ga bakal jadi kisah penindasan. Alhasil, saya jadi semangat untuk nonton lagi. Nah, disini naskah bermain lagi melalui penokohan, saya yakin kalau Seok-ryu digambarkannya tipe pendiam, udah berhenti deh ga kemana-mana lagi dramanya. Udah ditindas keluarga, pendiam pula kan ya? Hebatnya author-nim menggambarkan Seok-ryu sebagai gadis yang penuh semangat, dan berani speak up, mengutip kata-kata anak tetangga, Seok-ryu akan membuat lingkungan ini menjadi ramai lagi.

Dan benar, lingkungan tempat tinggal Seok-ryu ini jadi ramai, jadi banyak kejadian yang bisa dicapture, memang sih capture nya ga dari mata Seok-ryu aja, tapi justru saya suka modelan drama begini, ga berpusat di tokoh utamanya aja. Semua tokoh digali dan dikembangkan, jadinya saya berasa nonton slice of life, relate setiap aspek. Namun jujur, saya setiap episode nungguin, jadi kenapa sih Seok-ryu ini butuh pulang? Dan ternyata, dalam setiap scenenya author-nim sudah menyebar clue. Penyebaran clue ini terjadi di sepanjang cerita. Keselnya saya, saya itu ga bisa nebak, saking slice of lifenya berasa banget ya, saya sangka oh ini Seok Ryu ga mau melakukan ini, karena begini. Padahal enggak ya.

[SPOILER AHEAD]

Dari episode awal, kecurigaan itu memang diberikan, kayak Seok-ryu ini butuh pulang ke Korea, tapi kenapa ga mau makan tteopokki pedas padahal ayahnya ini buka kedai tteopokki? Saya waktu itu cuma mikir, ya karena dia kan kepulangannya mendadak, dia ga mau ketemu ayahnya langsung. Tapi kan, kalau kangen Korea pasti makan makanan Korea dong? Hal yang kedua Seok-ryu ga mau berendam, tapi alasan dia ga mau ke pemandian air panas itu sederhana sekali, kan sekarang ada scub, scrub aja. Duh, bisa-bisanya saya luput. Kemudian, yang paling aneh adalah, di Korea ada kebudayaan minum alkohol, Seok-ryu nolak minum alkohol dengan alasan dia abis liat foto pre weddingnya, takut kalau dia dalam pengaruh alkohol dia akan chat mantan tunangannya dan minta balikan dsb.

Pas saya tahu kenapa, saya sampai ga bisa berkata- kata (iya karena nangis). Seribu jempol buat author-nim!

Tapi ingat saudara-saudara, genre drama ini rom-com ya. Awalnya, saya pun kayak sedih, terus mikir duh TVn nih, sad ending jangan-jangan. Apalagi saya udah kebawa emosional ya aka nangis berderai air mata. Ternyata, tidak pemirsa, ketika Seok-ryu sudah disodorkan dengan kenyataan hidup yang realistis (pekerjaan, cinta, kanker depresi), terimakasih author-nim tetap meneguhkan karakter Seok-ryu yang pantang menyerah dan penuh semangat. Jadinya, dengan segala permasalahan yang dia hadapi ya dia mikirin comeback. Comeback dengan cara yang susah-susah gampang lagi yaitu menemukan mimpi baru. Saya pribadi menyadari ya, tidak semua sehebat Seok-ryu, tapi ya saya juga mau lho jadi Seok-ryu. 

Tentunya, sesuai dengan genre drama yaitu rom-com, banyak pihak yang akan menikmati romansa Seok-ryu dengan anak tetangga.  Saya juga tidak menutup mata dan telinga, namun dibanding dengan romansa, saya saat ini menyukai drama ini karena betapa indahnya riset diterapkan dalam drama ini. Saking bagusnya riset, author-nim bisa masukkin tentang time capsule, bahas-bahas privilege, bahas pasta korea dan onggi (옹기) buat wadah tradisionalnya, perhatian terhadap kebiasaan milineal yang suka ngonten masak di yutub, tentang bagaimana sekarang ya sukanya buka kantor terus jadi CEO sendiri. Tapi masih bisa masukkin unsur spiritualitas juga, dan guyub sama tetangga. 

Bagaimana ya author-nim meriset drama ini?

Bagian ini sebaiknya saya ulas di tulisan selanjutnya, karena untuk sekarang ilmu saya belum cukup. Jadi, tulisan yang ini saya tutup dulu. Sebagai penutup, saya ingin berkata dengan penuh hormat kepada author-nim.

Author-nim, Shin Ha-Eun, karya Anda memberikan sesuatu yang segar, saya menikmati bagaimana riset yang baik menjadi kunci dari sebuah naskah drama. Author nim, saya yang amatir ini berharap agar bisa menemukan kreativitas dan menelurkan karya seperti author-nim.