Umur 30 tahun adalah alarm untuk berbagai hal dalam hidup. Salah satu alarm yang berbunyi kencang adalah alarm kesehatan. Memasuki umur ini, mencari masseur atau terapis pijat adalah keahlian sendiri. Oleh karena, beberapa bagian otot nampaknya sudah mulai kaku. Dan encok ini tidak hanya terjadi satu bulan sekali. Setidaknya aktivitas badan kaku-kaku ini sudah meningkat menjadi kurang lebih seminggu sekali. Menyikapi hal tersebut, serombongan manusia yang akan memasuki usia 30 tahun ini paling tidak memiliki hobi olahraga nya sendiri-sendiri. Saya pribadi setidaknya sudah mencoba lari, renang, tenis, golf, dan yoga.
Demi tercapainya kehidupan usia dewasa dan usia lanjut yang berkualitas, segelintir manusia di Indonesia berusaha untuk menjaga kesehatannya. Mengapa saya katakan segelintir? Karena toh banyak juga yang abai. Namun setidaknya keinginan pribadi segelintir manusia Indonesia ini sejalan dengan pemikiran pemerintah. Walaupun pemerintah sepertinya memiliki kekhawatiran dengan alasan yang berbeda. Jika kami ingin sehat karena kesehatan berarti waktu yang lebih banyak digunakan untuk orang tercinta, pemerintah memprediksi bahwa tahun 2045 piramida penduduk Indonesia akan diisi oleh banyak penduduk berusia lanjut. Hal ini berarti beban kesehatan akan semakin meningkat.
Beban kesehatan sebenarnya tidak masalah, jika sejalan dengan pemasukkan. Namun, dengan kekhawatiran berkurangnya pemasukan pajak akibat kurangnya usia golongan produktif di tahun 2045, pemerintah jelas harus putar kepala. Saya pribadi bukanlah perencana kebijakan, sehingga tidak bisa ikut andil dalam permasalahan pelik yang akan dihadapi oleh pemerintah kedepannya.
Maka dari itu, kembali ke tanggung jawab saya sebagai manusia adalah merawat kesehatan tubuh dengan semaksimal mungkin. Saya lebih tertarik untuk mencari informasi tentang bagaimana tubuh ini bisa lebih sehat. Olahraga sudah tentu, makanan sehat bisa diusahakan, pikiran yang tenang dan memiliki komunitas yang mendukung adalah hal istimewa yang dikejar oleh banyak manusia. Yah setidaknya sebagai manusia biasa, saya berusaha untuk menghindari gaya hidup sedentari, yaitu gaya hidup dengan aktivitas fisik yang sangat rendah atau minim. Walaupun gaya hidup ini amat didukung dengan fasilitas modern saat ini, smartphone, kursi yang nyaman, tontonan hiburan di aplikasi berbayar.
Setiap usia membawa tantangan, tetapi usia 30 menawarkan kesempatan untuk memadukan idealisme masa muda dengan kebijaksanaan dewasa. Ini adalah waktu untuk merumuskan ulang tujuan hidup dan merangkul perjalanan dengan lebih matang dan penuh makna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar