Kamis, 31 Oktober 2024

Memasak Nasi Liwet dengan Beras Leon Thai Jasmine : Pengalaman yang Tak Terlupakan

dok:pribadi


Semua berawal dari sebuah iklan di Daily Motion. Dalam tayangan singkat itu, beras Leon Thai Jasmine digambarkan sebagai beras premium dengan wangi aromatik yang khas. Sebagai seseorang yang menyukai hal-hal beraroma, tentu saya penasaran. Maka dari itu saya membeli beras ini. Ternyata tidak hanya enak untuk dimakan langsung, beras ini juga bisa diolah menjadi nasi liwet khas Indonesia.

Ada kalanya kita ingin menyajikan sesuatu yang berbeda untuk keluarga, jika nasi saja mungkin sudah bosan, sehingga beras yang ada bisa diolah untuk menggugah selera makan. Salah satu pilihan saya adalah membuat nasi liwet. Nasi liwet adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang dikenal dengan ciri khasnya, rasa yang gurih dan tekstur nasi yang lebih lembut. Untuk membuat nasi liwet cukup mudah, selain ikan teri yang dibutuhkan adalah bumbu dapur yang sudah diiris-iris, beberapa lembar daun salam dan jeruk, juga serai yang sudah digeprek. 


dok: pribadi

Jika ingin nasi liwet yang lebih tradisional ada beberapa bahan yang wajib ditambahkan seperti daun pandan, juga santan. Namun, saya lebih suka menggunakan rempah yang sering ada di dapur saja, oleh karena costnya lebih murah dan lebih cepat, tidak harus ke pasar untuk membeli bahan-bahan. Oh iya, untuk daun jeruk nya, saya selalu mengiris daun dengan pisau agar aroma nya lebih keluar. 

dok:pribadi


Ternyata sesuai dugaan, kombinasi beras premium dan rempah khas Indonesia menghasilkan olahan yang tidak hanya cocok di indera perasa tapi juga menggugah indera penciuman. Alhasil olahan nasi ini berkali-kali saya recook di dapur saya karena tidak sampai hitungan jam selalu saja habis.

dok:pribadi

Pernah dengar ungkapan makan dengan nasi hangat dan sambal saja sudah enak? Menurut saya kombinasi beras leon thai jasmine dengan rempah khas Indonesia amat cocok dengan ungkapan itu. Nah, bagi yang sedang cari beras untuk dicoba, menurut saya beras leon thai jasmine adalah pilihan yang tepat.

Memasuki Usia 30 Tahun

sumber: canva

Umur 30 tahun adalah alarm untuk berbagai hal dalam hidup. Salah satu alarm yang berbunyi kencang adalah alarm kesehatan. Memasuki umur ini, mencari masseur atau terapis pijat adalah keahlian sendiri. Oleh karena, beberapa bagian otot nampaknya sudah mulai kaku. Dan encok ini tidak hanya terjadi satu bulan sekali. Setidaknya aktivitas badan kaku-kaku ini sudah meningkat menjadi kurang lebih seminggu sekali. Menyikapi hal tersebut, serombongan manusia yang akan memasuki usia 30 tahun ini  paling tidak memiliki hobi olahraga nya sendiri-sendiri. Saya pribadi setidaknya sudah mencoba lari, renang, tenis, golf, dan yoga.

sumber :  canva

Demi tercapainya kehidupan usia dewasa dan usia lanjut yang berkualitas, segelintir manusia di Indonesia berusaha untuk menjaga kesehatannya. Mengapa saya katakan segelintir? Karena toh banyak juga yang abai. Namun setidaknya keinginan pribadi segelintir manusia Indonesia ini sejalan dengan pemikiran pemerintah. Walaupun pemerintah sepertinya memiliki kekhawatiran dengan alasan yang berbeda. Jika kami ingin sehat karena kesehatan berarti waktu yang lebih banyak digunakan untuk orang tercinta, pemerintah memprediksi bahwa tahun 2045 piramida penduduk Indonesia akan diisi oleh banyak penduduk berusia lanjut. Hal ini berarti beban kesehatan akan semakin meningkat. 

Beban kesehatan sebenarnya tidak masalah, jika sejalan dengan pemasukkan. Namun, dengan kekhawatiran berkurangnya pemasukan pajak akibat kurangnya usia golongan produktif di tahun 2045, pemerintah jelas harus putar kepala. Saya pribadi bukanlah perencana kebijakan, sehingga tidak bisa ikut andil dalam permasalahan pelik yang akan dihadapi oleh pemerintah kedepannya.

Maka dari itu, kembali ke tanggung jawab saya sebagai manusia adalah merawat kesehatan tubuh dengan semaksimal mungkin. Saya lebih tertarik untuk mencari informasi tentang bagaimana tubuh ini bisa lebih sehat. Olahraga sudah tentu, makanan sehat bisa diusahakan, pikiran yang tenang dan memiliki komunitas yang mendukung adalah hal istimewa yang dikejar oleh banyak manusia. Yah setidaknya sebagai manusia biasa, saya berusaha untuk menghindari gaya hidup sedentari, yaitu gaya hidup dengan aktivitas fisik yang sangat rendah atau minim. Walaupun gaya hidup ini amat didukung dengan fasilitas modern saat ini, smartphone, kursi yang nyaman, tontonan hiburan di aplikasi berbayar.

Setiap usia membawa tantangan, tetapi usia 30 menawarkan kesempatan untuk memadukan idealisme masa muda dengan kebijaksanaan dewasa. Ini adalah waktu untuk merumuskan ulang tujuan hidup dan merangkul perjalanan dengan lebih matang dan penuh makna.