![]() |
| Ilustrasi Freepik |
Pada tahun 2016, aplikasi media sosial Instagram mengeluarkan fitur hide story. Dengan fitur ini pengguna dapat menyembunyikan postingan instagram story nya dari follower nya. Beragam komentar dilayangkan user instagram terkait dengan pengeluaran fitur ini, seperti dikutip dari Tribun News , user bernama Victoria mengatakan mendukung fitur hide story untuk kepentingan privasi. Hal ini disebabkan, beberapa follower yang tidak dikenalnya kerapkali membalas postingan insta story Victoria, hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi Victoria. Senada dengan Victoria, tim next Tren berpendapat bahwa penggunaan fitur dilakukan jika user ingin menyimpan privasi dari orang lain atau dari stalker.
Adapun fitur insta story diyakini dapat membuat pengguna untuk mengungkapkan diri kepada orang lain (self disclosure). Tidak seperti jaman konvensional yang pada umumnya pengenalan diri dilakukan dengan bentuk komunikasi tatap muka. Pada era digital, melalui insta story user dapat memberitahukan tentang dirinya kepada orang lain tanpa bertatap muka dan tanpa membentuk jalinan komunikasi langsung. Meningkatnya aktivitas pengungkapan diri melalui insta story ini juga terkait dengan masa berlaku story yang hanya 24 jam sehingga membuat user menjadi impulsif untuk mengenalkan dirinya. Padahal, menurut Yz-zahra pengenalan melalui media online dapat diakses oleh semua pihak, dan pembagian informasi diri juga dapat meningkatkan resiko kejahatan.
Dengan mengatur postingan insta story, user instagram dapat meminimalisir resiko tersebut. Mengingat, pembagian informasi juga dilakukan secara selektif. Walaupun untuk membuktikan hal tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan selektifitas user kepada follower nya kepada penurunan risiko kejatan online dan atau juga penelitian mengenai teknik pengambilan keputusan user untuk seleksi follower instagram.
Nah, terkait dengan selektifitas oleh user instagram, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pembaca sekalian. Instagram mengatur mode untuk tidak memberitahukan kepada follower yang dilakukan aksi seleksi insta story oleh user. Tetapi kemudian, di dunia nyata, follower terseleksi dapat mengetahui hal tersebut melalui interaksi dengan follower lain yang tidak diseleksi oleh user instagram tersebut. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu follower terseleksi tentang alasan user instagram menggunakan fitur hide story terhadap diri follower terseleksi. Rasa ingin tahu tersebut meningkat, apabila follower terseleksi adalah betul teman dari user, bukan seseorang yang asing atau stranger.
Menurut pendapat saya, hal tersebut berkaitan dengan etika berteman.
Untuk mengatasi persoalan etika, ada beberapa fitur lain yang dapat digunakan user untuk melakukan tindakan privasi diri seperti menggunakan fitur close friends, remove follower, dan melakukan block user. Bahkan, tindakan membuat instagram baru yang hanya diketahui orang terdekat lebih terasa pantas dan menyenangkan. Menurut pendapat saya, hal ini menjadikan pertemanan di media sosial tidak terlalu terasa semu. Kedua belah pihak dapat melanjutkan aktivitas tanpa membohongi diri sendiri dan diri orang lain. Karena kedua belah pihak menjadi tahu bahwa hubungan pertemanan mereka tidak bisa dilanjutkan karena ada permasalahan di antara keduanya.
"Permasalahan antar teman mungkin tidak bisa diselesaikan tetapi bisa diabaikan,"
Terkait dengan pengembangan aplikasi, penulis memiliki beberapa pengembangan untuk fitur hide story dari Instagram. Penulis berharap di masa depan, pengembang dapat ikut serta dalam selektifitas user. Adapun keikutsertaan pengembang dapat ditunjukkan dengan aktivasi sebuah fitur yang tidak memungkinkan seorang user dapat melakukan fitur hide story pada follower yang di follow oleh user. Solusi tersebut penulis harapkan dapat mengurangi persoalan etika dalam fitur hide story.
"Permasalahan antar teman mungkin tidak bisa diselesaikan tetapi bisa diabaikan,"
Terkait dengan pengembangan aplikasi, penulis memiliki beberapa pengembangan untuk fitur hide story dari Instagram. Penulis berharap di masa depan, pengembang dapat ikut serta dalam selektifitas user. Adapun keikutsertaan pengembang dapat ditunjukkan dengan aktivasi sebuah fitur yang tidak memungkinkan seorang user dapat melakukan fitur hide story pada follower yang di follow oleh user. Solusi tersebut penulis harapkan dapat mengurangi persoalan etika dalam fitur hide story.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar