Jumat, 22 November 2019

Tips Perawatan Rambut Saat Musim Hujan

Rambut adalah lapisan-lapisan yang tumbuh dari folikel kulit kepala manusia yang berfungsi untuk melindungi kulit kepala dari panas maupun dingin. Selain itu, rambut juga dapat memperindah penampilan manusia. Memiliki rambut sehat adalah keinginan dan kebutuhan banyak orang, akan tetapi pada musim hujan, bagaimanakah perawatan rambut yang sesuai?

Di Indonesia khususnya wilayah Jakarta, musim hujan pada tahun ini dimulai pada bulan November. Kuantitas dan curah hujan akan meningkat sampai puncaknya pada Bulan Februari. Mengantisipasi musim penghujan, masyarakat khususnya kaum bekerja, pada umumnya akan memilih moda transportasi yang sebisa mungkin akan melindungi diri dari hujan. Akan tetapi, tidak setiap saat pekerja dapat melindungi diri dari hujan. Adakalanya, hujan turun di waktu yang tidak terduga. Terlebih, musim penghujan tidak hanya mendatangkan hujan, kelembapan udara pun naik drastis.

Faktor-faktor tersebut yang meningkatkan kerentanan rambut saat musim hujan, rambut dapat dengan mudah lepek, rontok dan berketombe. Bahkan yang terburuk bisa mengalami fenomena infeksi Pediculosis Capitis (kutu rambut).  Untuk menghindari fenomena kerusakan rambut tersebut, maka perlu beberapa perawatan yang dilakukan agar rambut tetap segar dan sehat. Menurut penulis, ada dua kunci perawatan rambut saat musim hujan yaitu menghindarkan minyak berlebih pada rambut dan menjaga rambut tetap kering saat keluar rumah.


Rabu, 20 November 2019

Ubah Mindset Liburan Sekolah, Liburan Tidak Berarti Bangun Siang


Ilustrasi Canva

Waktu sekolah di Indonesia, khususnya Jakarta, umumnya dimulai pada pukul 06.30. Maka dari itu kebiasaan bangun pagi, berangkat pagi, sarapan pagi, identik dengan kebiasaan anak sekolah. Streotype 'kebiasaan anak sekolah' itu telah melekat dengan erat di kalangan anak sekolahan dan masyarakat umum. Kebiasaan ini membuat masyarakat dan anak sekolah berpikir, bahwa yang boleh bangun pagi, berangkat pagi dan sarapan pagi hanyalah anak sekolah. Akibatnya, saat musim liburan tiba, banyak anak sekolah yang memanfaatkan waktu liburan mereka dengan 'hanya' bangun lebih siang.

Padahal, kebiasaan bangun pagi, sarapan pagi, berangkat pagi, tidak hanya dapat dilakukan oleh anak sekolah. Penelitian di negara maju menyatakan ada dua golongan manusia yang dikategorikan berdasarkan dimensi kronologis aktivitas yaitu morning person dan night owl (evening person). Lebih lanjut, penelitian yang berkembang juga mengungkapkan tentang karakteristik hubungan antar orang yang memiliki tipe dimensi kronologis aktivitas manusia berbeda. Simpelnya, kebiasaan yang disebut dengan 'kebiasaan anak sekolah' bukan hanya dapat dimiliki oleh anak sekolah. Bahkan, penelitian dari Khariati juga menyebutkan bahwa spirit bangun pagi memiliki hubungan dengan peningkatan etos kerja.

Senada dengan Khariati, youtuber Sadia dalam channel youtubenya Pick Up Limes, mengatakan bahwa menjadi morning person bukanlah sesuatu yang buruk, bahkan menurut Saudia, menjadi morning person dapat meningkatkan produktivitasnya. Dengan bangun lebih pagi, Saudia dapat melakukan olahraga, mencari inspirasi di pinterest, sembari memakan sarapan dengan tenang. Hasil nya, pikiran yang tenang tersebut membantu nya untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih baik. Oleh karena itu, sebagai anak usia sekolah, sudah seyogyanya tidak menjadikan bangun siang menjadi cita-cita saat liburan sekolah. Sebaliknya, kebiasaan anak sekolah yang sudah melekat pada diri anak sekolah dapat diteruskan pada saat liburan sekolah.

Ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan saat liburan, dilansir dari theasianparent, ada 5 kegiatan yang dapat dilakukan saat liburan diantaranya yaitu; 1. Merawat hewan peliharaan 2. Berenang 3. Mengajak teman sekolah bermain di rumah 4. Menyelesaikan buku yang belum dibaca 5. Mengeksplor hobi. Selain kegiatan tersebut ada berbagai kegiatan lain yang dapat dilakukan saat liburan sekolah. Yuk, rencanakan liburan sekolahmu kali ini dengan baik. 

Kamis, 14 November 2019

Hide Story Instagram dari Teman? Why? Privasi? Bisa Bikin Teman Sedih Lho

Ilustrasi Freepik

Pada tahun 2016, aplikasi media sosial Instagram mengeluarkan fitur hide story. Dengan fitur ini pengguna dapat menyembunyikan postingan instagram story nya dari follower nya. Beragam komentar dilayangkan user instagram terkait dengan pengeluaran fitur ini, seperti dikutip dari Tribun News , user bernama Victoria mengatakan mendukung fitur hide story untuk kepentingan privasi. Hal ini disebabkan, beberapa follower yang tidak dikenalnya kerapkali membalas postingan insta story Victoria, hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi Victoria. Senada dengan Victoria, tim next Tren berpendapat bahwa penggunaan fitur dilakukan jika user ingin menyimpan privasi dari orang lain atau dari stalker.

Adapun fitur insta story diyakini dapat membuat pengguna untuk mengungkapkan diri kepada orang lain (self disclosure). Tidak seperti jaman konvensional yang pada umumnya pengenalan diri dilakukan dengan bentuk komunikasi tatap muka. Pada era digital, melalui insta story user dapat memberitahukan tentang dirinya kepada orang lain tanpa bertatap muka dan tanpa membentuk jalinan komunikasi langsung. Meningkatnya aktivitas pengungkapan diri melalui insta story ini juga terkait dengan masa berlaku story yang hanya 24 jam sehingga membuat user menjadi impulsif untuk mengenalkan dirinya. Padahal, menurut Yz-zahra pengenalan melalui media online dapat diakses oleh semua pihak, dan pembagian informasi diri juga dapat meningkatkan resiko kejahatan.  

Dengan mengatur postingan insta story, user instagram dapat meminimalisir resiko tersebut. Mengingat, pembagian informasi juga dilakukan secara selektif. Walaupun untuk membuktikan hal tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan selektifitas user kepada follower nya kepada penurunan risiko kejatan online dan atau juga penelitian mengenai teknik pengambilan keputusan user untuk seleksi follower instagram.

Nah, terkait dengan selektifitas oleh user instagram, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pembaca sekalian. Instagram mengatur mode untuk tidak memberitahukan kepada follower yang dilakukan aksi seleksi insta story oleh user. Tetapi kemudian, di dunia nyata, follower terseleksi dapat mengetahui hal tersebut melalui interaksi dengan follower lain yang tidak diseleksi oleh user instagram tersebut. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu follower terseleksi tentang alasan user instagram menggunakan fitur hide story terhadap diri follower terseleksi. Rasa ingin tahu tersebut meningkat, apabila follower terseleksi adalah betul teman dari user, bukan seseorang yang asing atau stranger.

Menurut pendapat saya, hal tersebut berkaitan dengan etika berteman. 

Untuk mengatasi persoalan etika, ada beberapa fitur lain yang dapat digunakan user untuk melakukan tindakan privasi diri seperti menggunakan fitur close friends, remove follower, dan melakukan block user. Bahkan, tindakan membuat instagram baru yang hanya diketahui orang terdekat lebih terasa pantas dan  menyenangkan. Menurut pendapat saya, hal ini menjadikan pertemanan di media sosial tidak terlalu terasa semu. Kedua belah pihak dapat melanjutkan aktivitas tanpa membohongi diri sendiri dan diri orang lain. Karena kedua belah pihak menjadi tahu bahwa hubungan pertemanan mereka tidak bisa dilanjutkan karena ada permasalahan di antara keduanya.

"Permasalahan antar teman mungkin tidak bisa diselesaikan tetapi bisa diabaikan,"

Terkait dengan pengembangan aplikasi, penulis memiliki beberapa pengembangan untuk fitur hide story dari Instagram. Penulis berharap di masa depan, pengembang dapat ikut serta dalam selektifitas user. Adapun keikutsertaan pengembang dapat ditunjukkan dengan aktivasi sebuah fitur yang tidak memungkinkan seorang user dapat melakukan fitur hide story pada follower yang di follow oleh user. Solusi tersebut penulis harapkan dapat mengurangi persoalan etika dalam fitur hide story.