Review Film : The
Teacher’s Diary
Sebenernya sih saya gak mau marathon film liburan ini,
niatnya sih mau belajar bahasa Jepang biar bisa N2. Tapi apalah daya, film
memang sangat menarik. Nah salah satu film yang saya kopi dari temen saya
judulnya Teacher’s Diary. Temen saya recommended banget untuk nonton film ini
dan akhirnya saya pun penasaran. Jadi langsung saya puter ajah.
Waktu awal awal nonton, saya masih agak gak mudeng sama
ceritanya. Agak lanjut, baru paham tentang alur flashback film ini. Dan setelah
di tengah baru saya sadari film ini bener – bener kece badai dan very
recommended, terutama buat temen temen yang ingin atau sedang mengabdikan
hidupnya di jalur pendidikan. Jujur, saya sampai terharu nonton film ini dan
langsung inget adek adek di Pabuaran[1].
Lanjut
tentang film ini ya, film ini berkisah tentang sepercik kisah pengalaman –
pengalaman guru menghadapi pendidikan di daerah terpencil. Oh iya, film ini
asalnya dari Thailand dan udah tau kan Thailand punya sungai sungai yang cukup
besar? Nah, ceritanya sekolah yang terpencil ini letaknya di salah satu sungai
ini. Dan jangan kira bangunannya permanen. No! Bangunannya tidak permanen,
terapung, dan bisa hanyut jika terkena badai. Udah kebayang belom rumitnya
kisah yang akan dialami guru yang mengajar disana?
Jika belom, kita lanjutkan ya, di awal film, saya kurang
mengerti kenapa ada dua guru yang mengajar, tapi kok ga saling ketemu,
ternyata, sang guru cewek, Bu Ann mengajar sebelum Pak Song, sang guru cowok.
Jadi, Pak Song ini di rekrut setelah Bu Ann mengundurkan diri dari sekolah
terapung atau yang dikenal dengan nama rumah kapal. Pak Song yang mengajar
setelah Bu Ann menemukan buku diary milik Bu Ann dan dari buku diary Bu Ann ini
Pak Song mengenal Bu Ann, mengenal cara Bu Ann mengajari anak – anak dan
memahami bahwa menjadi guru di rumah kapal bukan hanya sekedar menjadi guru
tapi juga menjadi orangtua. Intinya, Pak Song menemukan lagi semangatnya dari
buku diary Bu Ann. Kisah – kisah Pak Song dan Bu Ann memahami dan menemukan
tujuan mereka menjadi guru, bener – bener sangat inspiratif.
Dan gak cuma itu, film ini juga memiliki sisi romantis,
tentang cinta, tentang hidup, tentang kepercayaan, semua terekam dalam film
ini. Nah, kalau penasaran, langsung download aja ya filmnya. Teacher’s diary
ini keluaran 2014, dan sejujurnya saya sedih masih ada sekolah seperti rumah
kapal. Walaupun saya bangga juga akan semangat yang ditularkan dari film itu.
Demikian review saya kali ini. Semoga berkenan. (Arrianadev)
[1]
Pabuaran adalah nama wilayah yang berjarak sekitar 5 km dari Kampus IPB
Dramaga, disana ada anak anak asuh kami dari Komunitas Sanggar Juara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar