Tiga tahun lalu, saat aku dan suami benar-benar berada di titik membutuhkan, penghiburan itu datang. Selama tiga tahun terakhir, keluarga kami dititipkan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT. Rezeki yang datang tepat ketika kami membutuhkannya. Penghiburan yang kemudian berbuah manis. Membuat ku menemukan diriku sendiri. Membuatku menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Membuatku mampu melihat lebih jernih. Menerima segala kekurangan dan kelebihan diriku. Mencintai diriku sendiri.
Begitupun suami, banyak hal yang dia pelajari selama tiga tahun kebelakang. Kami sama-sama berusaha menjadi versi terbaik dari diri kami.
Berproses.
Banyak orang menyebutnya demikian.
Bagiku, proses ini tidak kugali sendiri. Betapa banyak makhluk Allah yang terlibat di dalamnya. Saat itu, mungkin aku belum sepenuhnya menyadari betapa besar karunia tersebut. Tapi kini, setiap kali mengenangnya, rasa syukur itu terasa semakin dalam. Aku percaya, Allah selalu memberi yang terbaik pada setiap makhluk Nya. Karena Allah Maha Baik.
Hai diriku!
Aku bangga karena kamu, tahun ini sudah berhasil menelurkan cerpen gelang Hari Itu di Kafe Kayu Biru. Aku bangga juga karena udah mau diajak revisi novel Nemeea Finch dan Misteri Hutan Annora sampai Bab 16!
Semoga Allah SWT senantiasa membersamai setiap langkahku.
Psst. Aku juga mau rekomendasiin buku yang bisa dibaca untuk menemani hari kamu menjadi versi terbaik dari diri kamu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar