Saat kembali menulis artikel, otomatis menjadi lebih peka terhadap kondisi dunia sekitar. Hal ini sebenarnya adalah salah satu hal yang aku hindari. Oleh karena nilai yang aku bawa seringkali berbenturan dengan dunia ini. Karena berbenturan, jadinya pusing kalau harus menghadapi dunia yang aneh ini. Tadi malam misalnya, ada perbuatan tidak menyenangkan yang bisa naik menjadi percobaan pembunuhan tidak berencana, dialami oleh penumpang kereta Sancaka. Jendela yang berada di sisi tempat duduk penumpang pecah akibat lemparan batu. Kaca temper non film itu pun berhamburan menyebabkan dua penumpang luka-luka terkena serpihan kaca. KAI mengutuk keras kejadian ini.
Prinsip dan nilaiku jelas, tangkap pelaku dan jebloskan ke penjara untuk menimbulkan efek jera. Tapi siapa aku? Walau aku mengetahui bahwa kesalahan yang terus dibenarkan lama-lama akan menjadi benar. Walau hati ini ingin menjerit menyuarakan ketidakadilan, tetapi aku tidak punya kemampuan untuk menindaklanjuti apapun yang ada disana. Aku mencoba untuk mengalihkan pikiranku dan fokus pada apa yang bisa kukendalikan.
Belajar
Pagi ini aku memulai pagiku dengan belajar bahasa Inggris mengenai empowerment. Selanjutnya aku mengerjakan Tes IQ ternyata hasilnya bagus juga di angka 106. Hasil ini membuatku semangat untuk melanjutkan mencari ide novel baru atau belajar mengerjakan soal IELTS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar