Senin, 07 Juli 2025

Belajar Memisahkan Hal yang Bisa Dikendalikan dan Tidak

Saat kembali menulis artikel, otomatis menjadi lebih peka terhadap kondisi dunia sekitar. Hal ini sebenarnya adalah salah satu hal yang aku hindari. Oleh karena nilai yang aku bawa seringkali berbenturan dengan dunia ini. Karena berbenturan, jadinya pusing kalau harus menghadapi dunia yang aneh ini. Tadi malam misalnya, ada perbuatan tidak menyenangkan yang bisa naik menjadi percobaan pembunuhan tidak berencana, dialami oleh penumpang kereta Sancaka. Jendela yang berada di sisi tempat duduk penumpang pecah akibat lemparan batu. Kaca temper non film itu pun berhamburan menyebabkan dua penumpang luka-luka terkena serpihan kaca. KAI mengutuk keras kejadian ini.

Prinsip dan nilaiku jelas, tangkap pelaku dan jebloskan ke penjara untuk menimbulkan efek jera. Tapi siapa aku? Walau aku mengetahui bahwa kesalahan yang terus dibenarkan lama-lama akan menjadi benar. Walau hati ini ingin menjerit menyuarakan ketidakadilan, tetapi  aku tidak punya kemampuan untuk menindaklanjuti apapun yang ada disana. Aku mencoba untuk mengalihkan pikiranku dan fokus pada apa yang bisa kukendalikan.

Belajar

Pagi ini aku memulai pagiku dengan belajar bahasa Inggris mengenai empowerment. Selanjutnya aku mengerjakan Tes IQ ternyata hasilnya bagus juga di angka 106. Hasil ini membuatku semangat untuk melanjutkan mencari ide novel baru atau belajar mengerjakan soal IELTS. 



Minggu, 06 Juli 2025

Asbun Berujung Melihat Kesempatan

Beberapa waktu lalu, aku asbun tentang impianku. Aku bermimpi agar tulisan ku bisa berkelana keliling dunia. Pada saat aku asbun, aku memiliki manifestasi dari cerita Christy Anne Jones tentang buku nya A Year in Tokyo yang sebagian isinya di publish di buku pelajaran sekolah negara Jerman. Akan tetapi, aku belum tahu, bagaimana caraku agar bisa seperti Christy. Pertanyaan itu terjawab setelah melihat postingan instagram Jakarta City Of Literature. Pada postingan itu, tulisan ku punya kesempatan keliling dunia dengan ikut lomba menulis surat. Bahkan aku juga bisa ikut Writing Camp asal sudah menerbitkan dua novel!

Walaupun saat ini aku belum punya kemampuan minimum yang dibutuhkan agar menjadi bagian dari kesempatan itu, aku jadi percaya diri bahwa setiap tujuan ada jalannya. Bahkan tujuan yang asbun, bisa memiliki kesempatan jika orangnya sudah siap untuk mengemban kesempatan itu.

Menjadi Percaya Diri

Setelah mengetahui bahwa ada kesempatan luas yang menanti di depan sana. Aku jadi semangat untuk belajar menulis lagi. Setelah ikut kelas writing di ECP Project, aku mengirimkan tulisan ku ke beberapa penerbit, dan sayangnya belum ada yang mau terima :)

Sekarang aku mau ikut kelas IELTS dengan tujuan agar bisa menulis dalam bahasa Inggris. Aku mulai buka Google Drive aku dan belajar dari catatannya penyanyi Adjani. Sedangkan buku IELTS yang saat ini aku pelajari adalah IELTS Examination by Rawdon Wyatt dan IELTS Academic Writing by Ratchel Mitchell. Selain itu aku juga mulai membaca buku bahasa Inggris lagi. Setelah tahun lalu jatuh cinta dengan karya Austin Kleon Show Your Work. Pertengahan tahun ini aku mulai membaca Zero to One karya Peter Thiel. Untuk Topik khusus dalam IELTS aku belajar membuat kosakata di excel. Saat ini aku baru ambil dari pelajaran kuliah ku saat menempuh kuliah S1. 

Tentunya semua semangat yang aku rasakan ini ini tidak terlepas dari support Allah SWT melalui perantara suami. Suami ku bilang, aku harus mampu untuk bikin sesuatu. Semoga apa yang aku mulai ini bisa menjadi langkah awal buat aku untuk bikin sesuatu yaa.

Kamis, 03 Juli 2025

Membuat Kamus Bahasa Inggris Sendiri

Salah satu impian ku adalah membuat novel dalam bahasa Inggris. Impian ini muncul perlahan timbul tenggelam terutama setelah mengetahui betapa luasnya pembaca berbahasa Inggris. Salah satu content creator favoritku, Christy Anne Jones asal Australia juga akan menjadi published author dengan novel berjudul Theodora Tea Shop. Belum lagi NF Afrina, penulis yang juga punya profesi sebagai dokter kelahiran Malaysia itu, sudah menelurkan dua novel berbahasa Inggris yang menjadi best seller di kotanya. Selain itu, menulis dalam bahasa Inggris juga meningkatkan peluang tulisan kita melanglang buana di dunia. Tidak hanya dalam bentuk novel, tapi dalam bentuk short story di buku pelajaran misalnya.

Hal itu sesuai dengan alasan aku mulai belajar menulis novel. Aku mencintai gubahan terjemahan cerita pendek dalam buku-buku pelajaran bahasa Indonesia saat SMP. Cerita indah, seru, dan penuh nilai moral yang membuat aku bersemangat menjadi penulis!

Permasalahannya kemudian kosakata bahasa Indonesia ku jelas perlu ditambah, begitu pula kosakata bahasa Inggrisku!

Belakangan ini aku belajar dari buku IELTS Examination dan menemukan cara paling cepat untuk menguasai kosakata dalam bahasa Inggris adalah membuat kamus kosakata sendiri. Kamus ini nantinya akan berisi kosakata yang paling aku sukai untuk dipakai dalam sebuah kalimat! Tentu, aku harus menghapal kosakata ini dan yang paling penting aku harus berkomitmen untuk membuatnya! Tapi aku menjadi amat bersemangat. Hatiku berdebar menyambut hal baru yang ingin aku kerjakan.