Hulaaa,
Alooha, kembali lagi bertemu dengan saya Hillariana Ikhlash dalam All About My
Ordinary Life. Kisah ordinary saya selanjutnya adalah kisah membuat cerpen.
Hmm, ya saya amateur tapi insyaAllah akan menjadi professional suatu hari
nanti. Jadi bagaimana kisah saya ya? Sebelum mengetahui kisah saya ada baiknya
teman – teman membaca dulu nih cerpen saya ahh cerita mini maksudnya. Dibawah
ini adalah #cermin yang saya kirim untuk @bentangpustaka untuk bulan januari
minggu keempat dengan tema mahabrata sayangnya
tidak menang hiks. Monggo dibaca ^__^
Berperang Melawan Kelabu
Oleh : Hillariana Ikhlash Devani
Ruangan
itu kelabu. Bukan kelabu dalam arti sebenarnya. Hanya saja, lima orang yang
duduk disana memancarkan suasana kelabu. Suasana kelabu memenuhi ruangan. Membuat
ruangan menjadi bias dan gelap. Kelabu menutupi jalan. Kelabu berpihak pada
kekuasaan jahat.
Kekuasaan
jahat itu berpengaruh begitu kuat. Membuat mading ini tidak bisa diterbitkan. Membuat
pekerjaan lima orang itu menjadi tidak berguna dan hanya dianggap sampah.
Sampah! Kau bisa bayangkan itu?!
Semua ini terjadi karena satu orang
yang tidak kunjung menyerah di luar sana.
Seseorang yang terus saja mencari celah, mencari kesempatan untuk
menjatuhkan. Seseorang yang dulunya adalah bagian dari tim. Namun pergi karena
merasa sakit hati kepada Arjuna. Ya… Arjuna, pemimpin di ruangan penuh kelabu
itu.
Gulat – gulat pikiran memenuhi ruangan.
Semua saling bertatap pandang, berbicara melalui pikiran.
“Cukup,”Sang pemimpin berkata “Saat
ini kita hanya butuh matahari,” Disibakkannya gorden panjang yang menutupi
ruangan, cahaya matahari membuat silau, menghilangkan kelabu, menerangi jalan, jalan
indah di depan mata, “Kita akan ketemu Pak Kresna,”
Perjuangan mereka membuahkan hasil.
Keesokan harinya, mading berhasil dipasang dengan tanda tangan kekuasaan yang
lebih besar, Pak Kresna, selaku kepala sekolah.
Nb :
Apakah lucu menarik atau keren? Apakah ada yang kurang berkenan di hati? Monggo dikomen..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar