Rabu, 05 Februari 2014

Cerita Mini


Hulaaa, Alooha, kembali lagi bertemu dengan saya Hillariana Ikhlash dalam All About My Ordinary Life. Kisah ordinary saya selanjutnya adalah kisah membuat cerpen. Hmm, ya saya amateur tapi insyaAllah akan menjadi professional suatu hari nanti. Jadi bagaimana kisah saya ya? Sebelum mengetahui kisah saya ada baiknya teman – teman membaca dulu nih cerpen saya ahh cerita mini maksudnya. Dibawah ini adalah #cermin yang saya kirim untuk @bentangpustaka untuk bulan januari minggu keempat dengan tema mahabrata sayangnya tidak menang hiks. Monggo dibaca ^__^

Berperang Melawan Kelabu
Oleh : Hillariana Ikhlash Devani

Ruangan itu kelabu. Bukan kelabu dalam arti sebenarnya. Hanya saja, lima orang yang duduk disana memancarkan suasana kelabu. Suasana kelabu memenuhi ruangan. Membuat ruangan menjadi bias dan gelap. Kelabu menutupi jalan. Kelabu berpihak pada kekuasaan jahat. 

Kekuasaan jahat itu berpengaruh begitu kuat. Membuat mading ini tidak bisa diterbitkan. Membuat pekerjaan lima orang itu menjadi tidak berguna dan hanya dianggap sampah. Sampah! Kau bisa bayangkan itu?! 
            Semua ini terjadi karena satu orang yang tidak kunjung menyerah di luar sana.  Seseorang yang terus saja mencari celah, mencari kesempatan untuk menjatuhkan. Seseorang yang dulunya adalah bagian dari tim. Namun pergi karena merasa sakit hati kepada Arjuna. Ya… Arjuna, pemimpin di ruangan penuh kelabu itu.

            Gulat – gulat pikiran memenuhi ruangan. Semua saling bertatap pandang, berbicara melalui pikiran. 

          “Cukup,”Sang pemimpin berkata “Saat ini kita hanya butuh matahari,” Disibakkannya gorden panjang yang menutupi ruangan, cahaya matahari membuat silau, menghilangkan kelabu, menerangi jalan, jalan indah di depan mata, “Kita akan ketemu Pak Kresna,”

            Perjuangan mereka membuahkan hasil. Keesokan harinya, mading berhasil dipasang dengan tanda tangan kekuasaan yang lebih besar, Pak Kresna, selaku kepala sekolah.

Nb :
Apakah lucu menarik atau keren? Apakah ada yang kurang berkenan di hati? Monggo dikomen.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar