Sedikit berkisah, saat TPB saya
sangat tertarik belajar manajemen, bahkan saya sudah merencanakan bahwa saya
akan mengambil SC dan melengkapinya sehingga menjadi minor manajemen. Akan
tetapi, departemen saya mempunyai kebijakan sendiri tentang masalah minor dan
hilang harapan saya untuk mengambil SC. Namun, semangat saya untuk belajar
manajemen tidak berhenti sampai disana.
Saya mendapat mata kuliah
pengantar manajemen saat semester 3 ini dan saya berusaha terus memperhatikan
selama kuliah. Dari matakuliah ini, banyak sekali pengetahuan – pengetahuan baru
terutama tentang teori – teori manajemen yang menurut saya sangat keren. Saya
juga mendapat pengetahuan tentang perusahaan – perusahaan Indonesia bahkan
dunia. Saya beruntung mendapatkan Dosen yang begitu bersemangat dan aplikatif
sekali walaupun alat – alat pengajaran saya rasa masih sangat terbatas.
Baiklah, berikutnya saya akan
menuliskan rangkuman singkat tentang apa yang sudah saya dapatkan selama kuliah
Pengantar Manajemen terutama sesi UAS…
1. Human Resource Management
Bab ini membahas tentang pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan terutama untuk menambah nilai perusahaan (dalam masalah kinerja). Selain itu, dengan memanajemen sumber daya manusia dapat membantu pembentukan keunggulan bersaing perusahaan. Selanjutnya, dibahas tentang HRM Process adalah sebuah bagan besar meliputi :
- HR Planning
- Selection
- Training
- Evaluating The Work Force
Bab ini membahas tentang pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan terutama untuk menambah nilai perusahaan (dalam masalah kinerja). Selain itu, dengan memanajemen sumber daya manusia dapat membantu pembentukan keunggulan bersaing perusahaan. Selanjutnya, dibahas tentang HRM Process adalah sebuah bagan besar meliputi :
- HR Planning
- Selection
- Training
- Evaluating The Work Force
Hal yang paling menarik
dari bab ini menurut saya adalah istilah The
Grapevine yang menurut hemat saya berarti jaringan komunikasi informal
dalam perusahaan. Manfaat The Grapevine adalah
menyediakan saluran informasi yang tidak sesuai dengan saluran komunikasi
formal dengan kata lain melewati wewenang formal. Akan tetapi, jaringan komunikasi informal mempunyai dampak
seperti menimbulkan gossip namun dapat diatasi dengan komunikasi yang terbuka
dan jujur dengan karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar