Apakah Saya Seorang Penulis? Maybe not Maybe yes... Hmm, setidaknya tugas MPD/MPF saya yang lain cukup membuat saya terhibur. Well, walaupun tadinya sudah dijanjikan bahwa cerpen terbaik akan dicetak dan dipublikasikan (kenyataannya tidak, diumumkan pun tidak, :( hiks) tetapi saya bersyukur karena bisa menciptakan satu cerpen dan menambah koleksi cerpen saya.
Like what i've said before, I dont know who i am, maybe i'm good in writer or maybe no, but i hope you enjoy my story ^____^
Komue-kun
Oleh Hillariana Ikhlash Devani
Komue-kun berjalan di
tengah teriknya musim panas kota Tokyo, dalam pikirannya kata – kata bu guru
Mochi kembali menggema.
“Anak – anak untuk mempengeringati
hari lingkungan sedunia yang jatuh pada 22 April besok, akan diadakan pameran
seni dari daur ulang barang bekas. Semua anak harus membawa hasil karyanya
masing masing yaa. Oh iya, jangan lupa untuk menuliskan kata – kata untuk
menyelamatkan lingkungan di karya kalian, mengerti anak – anak?”
“Huh! jangankan ide
untuk menyelamatkan bumi, menyelamatkan raporku yang kebakaran saja aku belum
bisa!”Gerutu Komue-kun.
Karena hari itu sangat
panas, Komue-kun berjalan cepat – cepat sembari meneguk colanya, cola itu
menjadi cepat tandas.
“Cepat sekali habisnya
cola ini!” Ucapnya. Kaleng cola yang habis Komue-kun remas. Ia mendapat
pelajaran dari Bu guru Mochi agar meremas kaleng setelah habis, kata bu guru
Mochi kaleng yang diremas akan mempermudah proses merubahnya menjadi baru dan
menghemat tempat pula.
Ahh, Komue-Kun tidak
mengerti maksud Bu Mochi tapi tetap saja Komue-kun melakukan apa yang Bu Mochi
katakan.
Saat Komue-kun ingin
membuang kaleng cola nya, Komue kun melirik ke kanan dan ke kiri, namun, tidak
ada satu pun tong sampah terlihat. “Lebih
baik kutendang saja,” Pikirnya.
Tuinggggg,
kaleng
itu terbang jauh ke seberang jalan dan tanpa sengaja jatuh diatas kepala seekor
anjing, “Astaga!” Seru Komue-kun.
---
Hah
Hah Hah, Komue kun kelelahan karena dikejar anjing, untung
saja dia berhasil meloloskan diri. “Benar
– benar tidak beruntung hari ini,” keluh Komue-kun dalam hati.
Ketika hampir sampai
rumahnya, komue-kun mencium bau yang tidak enak. “Ukh, bau apa sih ini,” dilihatnya kakak-kakak SMA sedang merokok
di depannya. “Ini sih mencemari udara!
Membuat orang lain susah saja!” Seru Komue kun dalam hati.
Komue-kun mempercepat
langkahnya. Akhirnya, komue-kun sampai dirumah, segera saja ia masuk ke
kamarnya dan menyalakan pendingin ruangan, karena lelah Komue tertidur. Namun,
tak lama, ibu Komue-kun masuk ke kamar Komue.
Ibu Komue mengomeli
Komue-kun. “Komue! Lihat kamarmu sudah seperti kapal pecah begini dan kenapa
kamu menyalakan AC sedingin ini!” Ibu mematikan AC di kamar Komue.
“Ahh ibu! Ini panas
sekali buu!”
“Ibu gak mau tahu,
bereskan kamarmu, buku-buku dan kertas yang sudah tidak kaupakai, baru kau
boleh tidur dan nyalakan ac!”
Dengan kesal Komue-kun
memulai membereskan kamar, “Huh! Kenapa sih ibu tidak respect padaku
sedikiiiiiit saja. Aku kan lelah hari ini, dikejar anjing, tercemar asap rokok
dan panas ini, ukh, ditambah lagi pr dari Bu Mochi tentang ide selamatkan
lingkungan! Aku kan pusing!” Komue menggerutu tanpa henti, namun ia tetap
melanjutkan pekerjaannya membereskan kamar.
Tak lama kemudian,
kamar Komue-kun mulai tampak rapi dan bersih, buku – buku pelajarannya mulai
tersusun rapi, mainan-mainannya pun sudah pada tempatnya dan hei?! Apa ini?!
“Daur Ulang Kertas”
Baca Komue keras – keras. “Hei!
sepertinya aku bisa memanfaatkan buku ini,”Pikirnya. “Ibuuu!” Panggil
Komue-kun riang.
---
Komue-kun berhasil
membuat origami dari kertas bekas miliknya, bubur kertas Komue pun sudah kering
dengan bantuan sinar matahari.
“Bagaimana Komue?”Tanya
Ibunya
“Lancar Bu!” Seru Komue
riang, “Tapi… Aku punya tugas yang belum bisa kuselesaikan...”
“Apa itu Komue?”
“Bu guru Mochi meminta semua
murid menuliskan cara menyelamatkan bumi di karya yang mereka bikin Bu…”
“Wah itu gampang sekali
Komue!” Komue mengerenyitkan dahi tidak mengerti. “Begini, waktu ibu suruh
Komue matikan AC itu sudah termasuk cara
menyelamatkan bumi loh,”
“Loooh, Bagaimana bisa
begitu Bu?
“Iyaa, AC menghasilkan
freon, gas jahat yang akan menyebabkan bumi terlalu panas, dengan mengurangi
penggunaan AC kita bisa menyelamatkan bumi Komue,”
“Ohh begituuuu Bu, pantas
ibu suruh Komue nyalakan AC seperlunya saja, lalu apalagi Bu?”
“Hmmm buang sampah pada
tempatnya, Bumi bisa menangis kalau tanahnya kotor karena sampah yang
berserakan .”
“Hah? Iya Bu? Pantas
tadi Komue buang sampah sembarangan terus Komue dikejar anjing, karma kali ya
Bu karena buat Bumi nangis?”
“Hahahaha kamu ada –
ada aja Komue,” Ibu tertawa mendengar cerita Komue.
“Oh iya Bu, kalau asap
rokok itu mencemari bumi juga gak Bu?”Tanya Komue
“Asap rokok? Tentu!
Satu orang merokok mungkin tidak berarti, tapi bagaimana dengan 10 orang? 100
orang? 1000 orang?”
Suara Ibu mulai
tenggelam di telinga Komue. Komue-kun tersenyum senang dan mulai menuliskan
dengan spidol emas cara-cara menyelamatkan bumi di bubur kertas yang dihiasi origami
cantik buatannya. Komue-kun pun dapat belajar dengan tenang saat malam tiba
karena tugasnya sudah selesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar