Selasa, 21 Januari 2014

Membuat Cerpen tentang Lingkungan

Apakah Saya Seorang Penulis? Maybe not Maybe yes... Hmm, setidaknya tugas MPD/MPF saya yang lain cukup membuat saya terhibur. Well, walaupun tadinya sudah dijanjikan bahwa cerpen terbaik akan dicetak dan dipublikasikan (kenyataannya tidak, diumumkan pun tidak, :( hiks) tetapi saya bersyukur karena bisa menciptakan satu cerpen dan menambah koleksi cerpen saya.
Like what i've said before, I dont know who i am, maybe i'm good in writer or maybe no, but i hope you enjoy my story ^____^


Komue-kun
Oleh Hillariana Ikhlash Devani

Komue-kun berjalan di tengah teriknya musim panas kota Tokyo, dalam pikirannya kata – kata bu guru Mochi kembali menggema.
“Anak – anak untuk mempengeringati hari lingkungan sedunia yang jatuh pada 22 April besok, akan diadakan pameran seni dari daur ulang barang bekas. Semua anak harus membawa hasil karyanya masing masing yaa. Oh iya, jangan lupa untuk menuliskan kata – kata untuk menyelamatkan lingkungan di karya kalian, mengerti anak – anak?”
“Huh! jangankan ide untuk menyelamatkan bumi, menyelamatkan raporku yang kebakaran saja aku belum bisa!”Gerutu Komue-kun.
Karena hari itu sangat panas, Komue-kun berjalan cepat – cepat sembari meneguk colanya, cola itu menjadi cepat tandas.
“Cepat sekali habisnya cola ini!” Ucapnya. Kaleng cola yang habis Komue-kun remas. Ia mendapat pelajaran dari Bu guru Mochi agar meremas kaleng setelah habis, kata bu guru Mochi kaleng yang diremas akan mempermudah proses merubahnya menjadi baru dan menghemat tempat pula.
Ahh, Komue-Kun tidak mengerti maksud Bu Mochi tapi tetap saja Komue-kun melakukan apa yang Bu Mochi katakan.  
Saat Komue-kun ingin membuang kaleng cola nya, Komue kun melirik ke kanan dan ke kiri, namun, tidak ada satu pun tong sampah terlihat. “Lebih baik kutendang saja,” Pikirnya.
Tuinggggg, kaleng itu terbang jauh ke seberang jalan dan tanpa sengaja jatuh diatas kepala seekor anjing, “Astaga!” Seru Komue-kun.
---
Hah Hah Hah, Komue kun kelelahan karena dikejar anjing, untung saja dia berhasil meloloskan diri. “Benar – benar tidak beruntung hari ini,” keluh Komue-kun dalam hati.
Ketika hampir sampai rumahnya, komue-kun mencium bau yang tidak enak. “Ukh, bau apa sih ini,” dilihatnya kakak-kakak SMA sedang merokok di depannya. “Ini sih mencemari udara! Membuat orang lain susah saja!” Seru Komue kun dalam hati.
Komue-kun mempercepat langkahnya. Akhirnya, komue-kun sampai dirumah, segera saja ia masuk ke kamarnya dan menyalakan pendingin ruangan, karena lelah Komue tertidur. Namun, tak lama, ibu Komue-kun masuk ke kamar Komue.
Ibu Komue mengomeli Komue-kun. “Komue! Lihat kamarmu sudah seperti kapal pecah begini dan kenapa kamu menyalakan AC sedingin ini!” Ibu mematikan AC di kamar Komue.
“Ahh ibu! Ini panas sekali buu!”
“Ibu gak mau tahu, bereskan kamarmu, buku-buku dan kertas yang sudah tidak kaupakai, baru kau boleh tidur dan nyalakan ac!”
Dengan kesal Komue-kun memulai membereskan kamar, “Huh! Kenapa sih ibu tidak respect padaku sedikiiiiiit saja. Aku kan lelah hari ini, dikejar anjing, tercemar asap rokok dan panas ini, ukh, ditambah lagi pr dari Bu Mochi tentang ide selamatkan lingkungan! Aku kan pusing!” Komue menggerutu tanpa henti, namun ia tetap melanjutkan pekerjaannya membereskan kamar.
Tak lama kemudian, kamar Komue-kun mulai tampak rapi dan bersih, buku – buku pelajarannya mulai tersusun rapi, mainan-mainannya pun sudah pada tempatnya dan hei?! Apa ini?!
“Daur Ulang Kertas” Baca Komue keras – keras. “Hei! sepertinya aku bisa memanfaatkan buku ini,”Pikirnya. “Ibuuu!” Panggil Komue-kun riang.
---
Komue-kun berhasil membuat origami dari kertas bekas miliknya, bubur kertas Komue pun sudah kering dengan bantuan sinar matahari.
“Bagaimana Komue?”Tanya Ibunya
“Lancar Bu!” Seru Komue riang, “Tapi… Aku punya tugas yang belum bisa kuselesaikan...”
“Apa itu Komue?”
“Bu guru Mochi meminta semua murid menuliskan cara menyelamatkan bumi di karya yang mereka bikin Bu…”
“Wah itu gampang sekali Komue!” Komue mengerenyitkan dahi tidak mengerti. “Begini, waktu ibu suruh Komue matikan AC itu sudah termasuk  cara menyelamatkan bumi loh,”
“Loooh, Bagaimana bisa begitu Bu?
“Iyaa, AC menghasilkan freon, gas jahat yang akan menyebabkan bumi terlalu panas, dengan mengurangi penggunaan AC kita bisa menyelamatkan bumi Komue,”
“Ohh begituuuu Bu, pantas ibu suruh Komue nyalakan AC seperlunya saja, lalu apalagi Bu?”
“Hmmm buang sampah pada tempatnya, Bumi bisa menangis kalau tanahnya kotor karena sampah yang berserakan .”
“Hah? Iya Bu? Pantas tadi Komue buang sampah sembarangan terus Komue dikejar anjing, karma kali ya Bu karena buat Bumi nangis?”
“Hahahaha kamu ada – ada aja Komue,” Ibu tertawa mendengar cerita Komue.
“Oh iya Bu, kalau asap rokok itu mencemari bumi juga gak Bu?”Tanya Komue
“Asap rokok? Tentu! Satu orang merokok mungkin tidak berarti, tapi bagaimana dengan 10 orang? 100 orang? 1000 orang?”
Suara Ibu mulai tenggelam di telinga Komue. Komue-kun tersenyum senang dan mulai menuliskan dengan spidol emas cara-cara menyelamatkan bumi di bubur kertas yang dihiasi origami cantik buatannya. Komue-kun pun dapat belajar dengan tenang saat malam tiba karena tugasnya sudah selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar